
UPdates—Sebuah kapal tanker minyak mentah sangat besar (VLCC) milik Perusahaan Tanker Nasional Iran berhasil melewati Angkatan Laut AS untuk mencapai Asia-Pasifik.
You may also like :
Netanyahu akan Temui Trump, Minta Batasi Rudal Iran saat Negosiasi Berlanjut
Menurut TankerTrackers.com, kapal itu mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai perkiraan hampir USD 220 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.
You might be interested :
Kesal AS Teruskan Blokade, Iran Tembaki Tanker di Selat Hormuz, Siapa pun yang Melintasi adalah Musuh
Dalam sebuah unggahan di X, perusahaan pemantau tersebut mengidentifikasi kapal tersebut sebagai 'HUGE' dan mencatat bahwa kapal tersebut terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari India’s News yang mengutip ANI, Minggu, 3 Mei 2026, kapal tanker tersebut saat ini dilaporkan sedang melintasi Selat Lombok di Indonesia, menuju Kepulauan Riau.
TankerTrackers.com menyatakan bahwa 'HUGE' tidak mengirimkan sinyal pada Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret, setelah keberangkatannya dari Selat Malaka menuju Iran.
Temuan ini bertepatan dengan klaim media pemerintah Iran pada 29 April bahwa setidaknya 52 kapal telah berhasil menembus blokade Amerika.
Terlepas dari pelanggaran yang dilaporkan ini, Al Jazeera melaporkan bahwa pejabat AS berpendapat blokade tersebut terbukti efektif dan telah mengakibatkan kerugian miliaran dolar pendapatan bagi Teheran.
Washington menegaskan bahwa negara tersebut saat ini tidak dapat mengekspor minyak dan akan ditekan untuk menyimpan persediaannya sampai kapasitas penyimpanan habis dan produksi terpaksa dihentikan.
Lebih lanjut menggarisbawahi ketegangan maritim ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi dalam sebuah unggahan di X pada hari Sabtu bahwa USS New Orleans (LPD-18) beroperasi di Laut Arab untuk menegakkan pembatasan ini.
“USS New Orleans (LPD 18) berlayar di Laut Arab selama blokade AS terhadap pelabuhan Iran, 28 April. Selama 20 hari terakhir, 48 kapal telah dialihkan untuk memastikan kepatuhan terhadap blockade,” demikian unggahan itu.
Meskipun mempertahankan skala operasi ini, Washington secara tegas menyatakan bahwa blokade angkatan lautnya di Asia Barat secara khusus berlaku untuk pelabuhan dan garis pantai Iran dan tidak merupakan blokade Selat Hormuz.