Upaya petugas memadamkan api di Kalbar (Foto: Instagram BPBD Kalbar)

Karhutla di Indonesia Mulai Ganggu Malaysia dan Singapura

20 August 2026
Font +
Font -

UPdates—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatra mulai mengganggu negara tetangga; Malaysia serta Singapura.

You may also like : capturePerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Resmi Buka KTT ke-46

Di Sarawak, Malaysia, Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) menyebut Indeks Pencemar Udara meningkat sejak 1 Agustus.

You might be interested : tertipu freepikPenipuan 'Sandera' TikTok: Wanita Janji Jadi Pacar, Pria Tertipu Rp52 Juta saat Ingin Selamatkan

“Tren peningkatan angka Indeks Pencemar Udara (API) di Sarawak dilaporkan telah terjadi sejak 1 Agustus, dan situasi ini diperkirakan memerlukan pemantauan terus-menerus karena adanya risiko kabut asap lintas batas,” kata NREB sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Utusan Borneo, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sarawak kemungkinan akan terus mengalami kondisi kabut asap dalam beberapa hari mendatang jika aktivitas pembakaran biomassa di luar perbatasan Sarawak meningkat.

Terkait hal ini, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memastikan asupan air yang cukup dan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Sementara itu, NREB menyarankan masyarakat, khususnya kelompok berisiko tinggi, untuk mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Akibat kabut asap yang memburuk imbas kebakaran hutan di Kalimantan, sebanyak 108 sekolah di Serian negara bagian Sarawak dilaporkan tutup.

Penutupan dilakukan setelah Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index/API) mencatat kualitas udara melebihi 200.

Komite Manajemen Bencana Sarawak menyatakan selama penutupan murid akan belajar di rumah agar mereka tak terganggu.

Indeks Polusi Udara Malaysia mengklasifikasikan angka 0-50 sebagai kualitas udara sehat, 50-100 masuk kategori sedang, 101-200 tak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk dalam kategori bahaya.

Pada 12 Agustus pukul 16.00 waktu setempat, dua wilayah mencatat kategori sangat tidak sehat yakni di Tebedu dengan API 212 dan Serian 202.

Meski dampak asap lintas batas telah dirasakan di tujuh wilayah di Sarawak, Pemerintah Malaysia belum menyampaikan protes resmi kepada Indonesia.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyebut komunikasi antara Indonesia dan negara-negara tetangga tetap berlangsung untuk membahas perkembangan kabut asap dan langkah penanganannya.

“Tidak ada protes sama sekali,” ujar Juru Bicara I Kemenlu RI Yvonne Mewengkang dalam press briefing Kemenlu di Jakarta, pekan lalu.

Selain Malaysia, negara tetangga lainnya, Singapura juga sudah mulai resah. Singapura mewanti-wanti cuaca negara kota itu bisa berkabut asap jika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan semakin meluas di tengah cuaca kering yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) dalam imbauan yang dipublikasikan di situsnya pada Senin, 17 Agustus mengatakan titik-titik panas yang disertai kepulan asap terpantau terutama di wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah serta berbagai wilayah di Kalimantan.

"Kondisi kering diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dengan angin yang saat ini bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura dapat mengalami kondisi berkabut asap jika kebakaran semakin meluas," jelas NEA.

NEA mengatakan akan terus memantau situasi secara ketat dan menerbitkan imbauan harian mengenai kabut asap apabila Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam memasuki kategori tidak sehat.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >