
UPdates - Sebuah pesawat sipil yang membawa penerjun payung jatuh di dekat kota Tomblaine di Prancis timur pada hari Minggu, 28 Juni 2026 waktu setempat.
You may also like :
Pesawat ATR 400 Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros, Tim SAR sudah ke Leang-Leang
Disadur Keidenesia.TV dari Le Monde.fr, pihak berwenang setempat menyebut bahwa 11 orang tewas dalam kecelakaan penerbangan umum paling mematikan yang pernah terjadi di Prancis tersebut. Ke-11 korban tewas terdiri dari lima instruktur, lima siswa penerjun, dan pilot.
You might be interested :
Hasil Kualifikasi dan 29 Negara yang Sudah Lolos Piala Dunia: Prancis Kunci Tiket, Portugal Tertunda
Dalam laporannya, surat kabar harian sore terkemuka dan paling berpengaruh di Prancis ini menyebut bahwa para siswa penerjun tersebut adalah sekelompok perawat yang memutuskan untuk melakukan terjun payung tandem pertama mereka.
Pesawat yang terdaftar di Jerman itu jatuh di area berumput dekat landasan pacu bandara Nancy-Essey, dekat dengan kawasan perumahan dan dua jalan.
Insiden tersebut merupakan "kecelakaan penerbangan umum paling serius dalam hal korban jiwa," tidak termasuk penerbangan militer dan komersial, menurut Biro Investigasi dan Analisis Keselamatan Penerbangan Sipil Prancis (BEA).
"Kecelakaan serius seperti ini dalam dunia penerbangan terkait terjun payung belum pernah terjadi selama sekitar 30 tahun," imbuh Menteri Transportasi Philippe Tabarot.
Tabarot dan Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez sama-sama mengunjungi lokasi tersebut. Hingga kini penyebab insiden tersebut belum jelas dan penyelidikan teknis telah dilakukan.