
UPdates—Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Inggris dan pemimpin Partai Buruh pada Senin, 22 Juni 2026.
You may also like :
Heboh Video Pesta ‘Kokain’ Presiden Prancis, PM Inggris, dan Kanselir Jerman di Kereta
Starmer mundur setelah tekanan terhadap kepemimpinannya meningkat menyusul hasil buruk partai itu dalam pemilihan lokal bulan lalu.
"Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh. Saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja pagi ini untuk memberitahukan keputusan saya," kata Starmer dalam pernyataan di luar 10 Downing Street, kediaman resminya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Senin, 22 Juni 2026.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah muncul pertanyaan dari partainya mengenai apakah dirinya masih menjadi sosok yang paling tepat untuk memimpin Partai Buruh menuju pemilihan umum berikutnya.
"Saya telah mendengar jawaban dari partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban tersebut dengan lapang dada," ujarnya.
Starmer mengatakan akan meminta Komite Eksekutif Nasional partainya untuk menyusun jadwal pemilihan pemimpin baru, dengan pencalonan dibuka pada 9 Juli dan prosesnya diselesaikan sebelum reses musim panas.
"Jika ada kontestasi, hal ini akan memastikan pemimpin baru telah terpilih sebelum parlemen kembali bersidang pada September. Saya akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga kontestasi selesai, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk memastikan penyerahan kekuasaan berlangsung tertib," tambahnya.