
UPdates—Sebuah kota kecil di pedesaan Korea Selatan merayakan kelahiran anak pertama dalam 17 tahun di tengah peningkatan angka kesuburan negara tersebut.
You may also like :
Konflik NewsJeans vs HYBE Berlanjut, ADOR Bilang Begini
Pada tanggal 19 Maret, Sreydani, seorang imigran dari Kamboja, dan suaminya Jeong Hae-deok, menyambut kelahiran putra mereka, Yong-jun. Kota Eunha-myeon di Kabupaten Hongseong memasang spanduk di jalan utama untuk menghormatinya.
You might be interested :
Gigit Lidah Pemerkosanya Hingga Putus dan Divonis Salah, Wanita di Korsel Disidang Ulang Setelah 61 Tahun
“Sebuah hadiah istimewa yang datang ke Eunha-myeon pada tahun 2026. Kami merayakan kelahiran bayi laki-laki Jeong Yong-jun,” demikian bunyi spanduk tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Good News Network, Rabu, 1 April 2026.
Populasi Eunha-myeon telah menurun dari 2.600 menjadi kurang dari 2.000 jiwa selama 6 tahun terakhir. Ini adalah salah satu kota terkecil di negara ini, dan contoh tipikal dari dampak penurunan demografis yang mengancam negara-negara dari semua budaya di seluruh dunia.
Walikota kota, Shim Seon-ja, dengan gembira menyambut kelahiran baru tersebut.
“Kami akan melakukan segala upaya dalam dukungan administratif agar Eunha-myeon dapat menjadi tempat yang baik untuk membesarkan anak dan tempat yang diinginkan semua orang untuk tinggal,” kata Shim kepada afiliasi Korea Times, Hankook Ilbo.
Selain kelahiran itu, 4 siswa baru terdaftar di satu-satunya sekolah di kota tersebut, sehingga jumlah siswa menjadi 17, sebuah tonggak demografis lain yang patut dirayakan oleh penduduknya.
Sebelumnya, GNN melaporkan bahwa tahun 2025 menyaksikan peningkatan tajam angka kesuburan di Korea Selatan, negara dengan angka kesuburan terendah di dunia.
Meningkat 6,2% dari tahun ke tahun, dan dipadukan dengan penurunan angka perceraian sebesar 9,8%, hal ini menandakan bahwa keruntuhan demografis mungkin bukan takdir akhir negara tersebut.