
UPdates—Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) meminta pemerintah menarik pasukan TNI dari misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
You may also like :
Ketua MPR: Pilkada jangan Timbulkan Perpecahan di Masyarakat
Desakan itu muncul setelah tiga prajurit TNI gugur akibat serangan yang diduga dilakukan oleh pasukan Israel.
You might be interested :
Presiden Mesir Sebut Israel Sebagai Musuh, Pertama Sejak 1977
MPR menilai penarikan pasukan ini penting mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut yang semakin membahayakan keselamatan prajurit.
“MPR mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk menarik pasukannya dari misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan karena daerah tersebut membahayakan bagi keselamatan anggota TNI,” tegas Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dalam pernyataan tertulis sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi MPR RI, Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, pandangan tersebut perlu disampaikan kepada publik, terutama jika tidak ada jaminan keamanan yang memadai dan berpotensi menimbulkan korban dari kalangan prajurit TNI yang tengah mengemban tugas internasional.
Selain desakan penarikan pasukan, MPR juga mengutuk keras aksi pengeboman yang dilakukan Israel di Lebanon Selatan yang menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang tengah menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak PBB segera menggelar sidang untuk menyelidiki dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” ujar Muzani
Praka Farizal Rhomadhon gugur pada 29 Maret 2026 saat markas prajurit TNI diserang. Sementara Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur pada 30 Maret 2026 setelah kendaraan mereka meledak akibat serangan Israel.