
UPdates—Sebuah pesawat yang membawa wisatawan Inggris dari Tenerife ke Birmingham harus melakukan pendaratan darurat setelah pilot diduga mengalami serangan jantung di tengah penerbangan.
You may also like :
Aniaya dan Lecehkan 4 Wanita di Pesawat Singapore Airlines, Pria Tua Diseret ke Pengadilan
Pesawat Jet2 berada di ketinggian 30.000 kaki ketika keadaan darurat medis terjadi dan pesawat terpaksa mendarat lebih awal di Portugal pada pukul 02.11 pagi hari Jumat waktu setempat.
You might be interested :
Ngotot Ingin Keluar Merokok, Penumpang Gigit Pramugari, Pesawat Mendarat Darurat
Saksi mata mengatakan pramugari berlari menyusuri lorong sambil menangis, menanyakan apakah ada dokter di pesawat.
“Saya dan pasangan saya sedang tidur ketika kami terbangun oleh kekacauan. Lampu mulai berkedip dan pramugari yang tampak sangat sedih, mencari dokter,” kata seorang penumpang kepada The Sun on Sunday sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, semua orang langsung panik. “Anak kami yang berusia dua tahun mulai menangis seperti banyak anak lain di pesawat karena pesawat itu turun begitu cepat untuk pendaratan darurat,” ungkapnya.
Petugas layanan darurat bergegas ke pesawat setelah mendarat di Porto, di mana 220 penumpang menyaksikan para petugas medis merawat pilot.
Para penumpang menunggu di bandara Francisco Sa Carneiro selama 13 jam sebelum diterbangkan pulang dengan penerbangan berbeda dengan awak kokpit baru.
Jet2 menerbangkan seorang pilot dari Manchester untuk membawa pelanggan mereka kembali ke Inggris.
“Maskapai penerbangan memberi tahu kami bahwa pilot mengalami serangan jantung di kokpit. Tentu saja, kami sangat bersimpati kepadanya,” kata seorang penumpang.
Jet2 mengatakan kepada The Sun bahwa penerbangan LS1266 dari Tenerife ke Birmingham dialihkan ke Porto karena salah satu pilot merasa tidak enak badan.
“Keselamatan tidak pernah terancam, dan penumpang kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Kami ingin meminta maaf kepada pelanggan atas penundaan yang tidak terduga ini,” kata Jet2 dalam pernyataannya.