
UPdates—Seorang penumpang pria diduga menggigit pramugari maskapai Qantas dalam penerbangan jarak jauh dari Australia ke Amerika Serikat pada akhir pekan.
You may also like :
Direktur Kabin Kena Serangan Jantung, Saudi Airlines Mendarat Darurat, Sayang tak Bisa Diselamatkan
Pria itu kini terkena larangan terbang oleh Qantas, yang mencakup semua penerbangan Qantas dan Jetstar di masa mendatang.
Penerbangan QF21 berangkat dari Melbourne pukul 14.30 pada hari Jumat menuju Dallas dan dialihkan ke Papeete di Tahiti tujuh jam kemudian ketika perilaku penumpang yang mengganggu tersebut memaksa pesawat untuk mendarat.
Juru bicara Qantas mengatakan, penumpang dan awak lainnya membantu pramugari selama dugaan penyerangan tersebut.
Setelah tiba di Papeete, ibu kota Polinesia Prancis, pesawat tersebut disambut oleh pihak berwenang yang langsung mengamankan pelaku.
Pesawat tersebut diisi bahan bakar dan penerbangan melanjutkan perjalanannya ke Dallas sekitar 35 menit kemudian, tiba pada Sabtu pagi waktu AS.
“Keselamatan pelanggan dan awak kabin kami adalah prioritas utama kami dan kami tidak mentolerir perilaku yang mengganggu atau mengancam di penerbangan kami,” kata Juru bicara Qantas sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Guardian, Minggu, 17 Mei 2026.
Rekaman yang diunggah ke media sosial oleh komedian Mike Goldstein menunjukkan seorang pria terlibat pertengkaran sengit dengan awak kabin, berulang kali menyuruh mereka untuk "pergi" ketika mereka memintanya untuk pindah ke bagian belakang pesawat.
Berdiri di lorong, ia tampak terhuyung-huyung dan bicaranya tidak jelas, memberi tahu pramugari bahwa ia ingin keluar untuk merokok.
Sebagai tanggapan, pramugari mengatakan bahwa ia bertingkah seperti orang bodoh.
Rekaman tersebut tidak menunjukkan dugaan gigitan.
Kasus ini termasuk dalam serangkaian pertengkaran di penerbangan Australia, beberapa di antaranya telah menyebabkan penangkapan.