
UPdates—Polri melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) mulai melakukan tahap awal identifikasi terhadap 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 nomor registrasi PK-THT.
You may also like :
Hasil Survei KPK: Polri, BUMN, Provinsi Sumut, dan Kota Makassar "Rapor Merah"
Dilansir Keidenesia.tv dari akun X Divisi Humas Polri, Selasa, 20 Januari 2026, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto menyampaikan, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI yang diperkuat Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri.
You might be interested :
Tim SAR Kebut Pencarian, Berharap Semua Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan
Hingga kini, delapan keluarga korban telah menjalani pengambilan data antemortem berupa data DNA, medis, dan administrasi. Sementara dua keluarga lainnya masih dalam proses.
Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahap postmortem untuk pencocokan data guna memastikan identitas korban secara akurat.
Seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur, untuk memastikan hak keluarga korban terpenuhi.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI lainnya, Polri, Basarnas, BPBD, serta masyarakat menggelar doa bersama di Masjid Jami’ Darussalam, Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, Selasa, 20 Januari 2026.
Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin (Asrendam XIV/Hsn) Kolonel Inf Abi Kusnianto.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memohon keselamatan, kelancaran, serta kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 45-200, sekaligus sebagai ikhtiar batin dan penguatan moril di tengah medan operasi yang berat dan menantang.
Sebagaimana dilansir dari Instagram Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bagian penting dari upaya menyelaraskan kerja keras di lapangan dengan doa dan harapan.
Ia berharap seluruh Tim SAR Gabungan senantiasa diberikan perlindungan dan kekuatan, serta proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan aman, lancar, dan membuahkan hasil terbaik, sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi lintas instansi.