(foto:Dok.Kemenhaj RI)

Kemenhaj Siapkan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap selama Puncak Ibadah Haji

20 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan 3.082.200 paket makanan siap santap untuk jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
  • Paket makanan tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu 1.849.680 paket untuk hari-hari utama Armuzna dan 1.232.520 paket untuk tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah.
  • Pengadaan paket makanan melibatkan kerja sama antara syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food, serta industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.
  • Menu paket makanan siap santap didesain untuk tetap akrab dengan lidah jemaah, dengan variasi menu seperti gulai ayam, semur ayam, rendang daging, dan nasi basmati putih.
  • Paket makanan siap santap memiliki daya tahan hingga 18 bulan dan telah lolos uji lab, sehingga aman untuk dikonsumsi.
  • Kemenhaj juga memastikan bahwa paket makanan siap santap sudah didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal, sehingga kebutuhan makan mereka tercukupi selama Armuzna.
  • Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik saat ini.
atau

UPdates – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan pasokan logistik bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026 M dalam kondisi aman.

You may also like : captureKemenhaj Larang Jemaah Haji Indonesia City Tour Sebelum Fase Armuzna

Guna mendukung mobilitas tinggi dan menjaga stamina jemaah, pemerintah telah menyiapkan skema logistik khusus berupa jutaan paket makanan siap santap (ready to eat/RTE).

You might be interested : captureKemenhaj Larang Jemaah Haji Indonesia City Tour Sebelum Fase Armuzna

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji (PEEHU) Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, menyatakan bahwa total kebutuhan konsumsi siap santap untuk seluruh jemaah haji Indonesia selama fase krusial tersebut telah dihitung secara presisi.

“Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar,” ujar Jaenal Effendi saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, sebagaimana dilansir Keidenesia.TV dari laman resmi Kemenhaj RI.

Jaenal merinci, kategori pertama ditujukan untuk kebutuhan hari-hari utama Armuzna, yakni pada 8 hingga 12 Dzulhijjah, dengan volume mencapai 1.849.680 paket. Pengadaan ini melibatkan kerja sama antara syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food.

Sementara itu, kategori kedua disiapkan sebanyak 1.232.520 paket untuk memenuhi kebutuhan jemaah pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah. Paket pada fase ini diproduksi langsung oleh industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.

Langkah percepatan produksi dan penyediaan makanan ini, menurut Jaenal, merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik saat ini.

“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tegas Jaenal.

Praktis, Lolos Uji Lab, dan Sesuai Lidah Indonesia

Menjawab tantangan kejenuhan selera makan jemaah di Tanah Suci, Kemenhaj mendesain menu RTE ini agar tetap akrab dengan lidah jemaah.

Variasi menu yang dihadirkan antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” imbuhnya.

Dari aspek keamanan pangan, Jaenal menjamin bahwa paket makanan RTE ini memiliki daya tahan hingga 18 bulan. Ia juga meminta seluruh petugas di lapangan untuk aktif memberikan edukasi terkait cara konsumsi yang praktis ini kepada jemaah.

“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” pungkas Jaenal.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >