
UPdates—Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
You may also like :
Viral Menu MBG Kelapa Utuh, SPPG Dilarang Operasi Seminggu
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan ada tiga pejabat tinggi BGN yang dicopot dari jabatannya.
You might be interested :
Banyak Keracunan, DPR: BPOM harus Terlibat di Program Makan Gratis
Selain Kepala BGN, Dadan Hindayana, turut dicopot dua Wakil Kepala BGN yakni Ludwig Pusung dan Sony Sanjaya.
“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Istana Negara, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Rabu, 3 Juni 2026.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono ditunjuk mendampinginya sebagai Wakil Kepala BGN.
Pemerintah berharap pimpinan baru BGN segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prasetyo.
Kepada pejabat yang dicopot, Presiden menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam membangun fondasi serta mengembangkan BGN.
Prasetyo mengatakan, pergantian pimpinan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Presiden, lanjut Prasetyo, juga menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, hingga para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah menegaskan pergantian pimpinan tidak akan mengganggu pelaksanaan Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Pemerintah berharap langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan Program MBG sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi, kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia Indonesia.
Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi nasional melalui penguatan sektor pangan dan pelayanan masyarakat.
Dadan Hindayana selama menjabat kerap menjadi sorotan karena kebijakan dan komentar-komentarnya yang membuat program MBG tak pernah luput dari perhatian publik.