
UPdates - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani melapor ke Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia dikepung tiga siklon. Ketiga siklon tersebut yaitu: Siklon Bakung, bibit Siklon 93S, dan bibit Siklon 95S.
You may also like :
Badai Tropis Fengshen Terjang Filipina: Lima Tewas, 27 Ribu Warga Dievakuasi
"Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden. Yang pertama Siklon Bakung, yang bermula di barat daya Lampung dan bergerak menjauhi Indonesia," lapor Faisal dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 15 Desember 2025.
You might be interested :
BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor, Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia 2-7 Februari
Dilansir dari laman RRI, Selasa, 16 Desember 2025, Faisal menjelaskan bahwa menurut pemantauan BMKG, status siklon naik dari kategori 1 ke kategori 2.
Ia mengingatkan, siklon tropis Senyar yang mengakibatkan cuaca ekstrem di wilayah Sumatera hanya tercatat di kategori 1. BMKG memprediksi, siklon Bakung dapat bergerak mendekati wilayah Indonesia. Sehingga akan terus dipantau selama dua sampai tiga hari mendatang.
Faisal berharap, siklon tersebut tidak masuk ke Indonesia. Sehingga tidak mempengaruhi curah hujan di tanah air yang berujung pada bencana hidrometeorologi.
"Kami akan pantau terus dinamikanya. Harapannya tidak masuk hingga mendekat lagi yang akan mempengaruhi curah hujan," katanya.
Sementara di Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur, terpantau bibit siklon 93S. Adapun di selatan Papua, terpantau terdapat bibit siklon 95S.
Faisal mengatakan, keberadaan bibit siklon dan siklon ini meningkatkan kondisi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Kemudian, juga meningkatkan potensi gelombang tinggi di perairan sekitar.
"Kami sudah menyampaikan, bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Masyarakat tetap tenang, selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," ucap Faisal.
Ia memastikan, Indonesia tidak sendirian menghadapi kepungan tiga siklon tersebut. Menurutnya, Indonesia telah ditunjuk oleh Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) sebagai "Tropical Cyclone Warning Center".
Indonesia terus berkomunikasi dengan Australia, Jepang, dan India. Komunikasi ditujukan untuk menentukan kondisi siklon tropis Bakung yang sekarang mendekat ke arah Indonesia.