Ilustrasi pesawat tempur Angkatan Udara AS. (foto:Doc.Angkatan Udara AS via AP Photo)

Ketahuan Latih Angkatan Udara Tiongkok, Mantan Pilot Tempur Elit AS Ditangkap

26 February 2026
Font +
Font -

UPdates - Seorang mantan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dan "pilot tempur elit" telah ditangkap dan dituduh mengkhianati negaranya karena secara ilegal memberikan pelatihan kepada pilot militer Tiongkok.

You may also like : upo alinePentagon: Ada 757 Laporan Penampakan UFO Baru di Amerika

Departemen Kehakiman AS mengatakan mantan Mayor Angkatan Udara Gerald Brown, yang pernah dikenal dengan nama panggilan pilotnya "Runner", ditangkap pada hari Rabu, 25 Februari 2026 di Indiana dan didakwa dengan pengaduan pidana karena menyediakan dan berkonspirasi untuk menyediakan layanan pertahanan kepada pilot Tiongkok tanpa izin.

You might be interested : سیمای رهبر معظم انقلاب اسلامیAyatollah Ali Khamenei: Iran Tak akan Tunduk ke Amerika Serikat Soal Nuklir

Brown yangb kini 65 tahun, mantan pilot instruktur F-35 Lightning II dengan pengalaman puluhan tahun di Angkatan Udara, "diduga mengkhianati negaranya dengan melatih pilot-pilot Tiongkok untuk berperang melawan mereka yang seharusnya ia lindungi," kata Roman Rozhavsky, asisten direktur di Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Keidenesia.TV dari Aljazeera, Kamis, 26 Februari 2026.

“Pemerintah Tiongkok terus memanfaatkan keahlian anggota angkatan bersenjata AS yang masih aktif maupun yang sudah pensiun untuk memodernisasi kemampuan militer Tiongkok. Penangkapan ini berfungsi sebagai peringatan,” kata Rozhavsky.

Jaksa Agung AS Jeanine Ferris Pirro untuk Distrik Columbia mengatakan Brown “dan siapa pun yang berkonspirasi melawan Bangsa kita” akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

Menurut Departemen Kehakiman, Brown bertugas di Angkatan Udara AS selama 24 tahun, memimpin misi tempur dan bertanggung jawab atas komando "unit-unit sensitif", termasuk unit-unit yang terlibat dalam sistem pengiriman senjata nuklir.

Setelah meninggalkan militer AS pada tahun 1996, Brown bekerja sebagai pilot kargo komersial sebelum bekerja sebagai kontraktor pertahanan yang melatih pilot AS untuk menerbangkan pesawat tempur F-35 dan A-10.

Brown diduga melakukan perjalanan ke China pada Desember 2023 untuk memulai pekerjaannya melatih pilot-pilot China, dan ia tetap berada di negara tersebut hingga kembali ke AS pada awal Februari 2026.

Menurut Departemen Kehakiman AS, kontrak Brown untuk melatih pilot-pilot Tiongkok dinegosiasikan oleh Stephen Su Bin, seorang warga negara Tiongkok yang pada tahun 2016 mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena berkonspirasi untuk meretas kontraktor pertahanan di AS guna mencuri rahasia militer untuk Tiongkok.

 

Font +
Font -