
UPdates—Kantor Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi pada hari Sabtu mengumumkan pencopotan komandan yang bertanggung jawab atas Provinsi Maysan di wilayah selatan, setelah Arab Saudi menyatakan bahwa drone yang diluncurkan dari Irak menghantam jalur pipa Timur-Barat dan menyebabkan penutupannya.
You may also like :
Digempur Saudi-AS, PM Irak Perintahkan Pertemuan Darurat
“Komandan tersebut diberhentikan menyusul konfirmasi bahwa serangan yang menargetkan saudara-saudara kami di Kerajaan Arab Saudi berasal dari lokasi di dalam provinsi tersebut," kata kantor al-Zaidi sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Asharq Al-awsat, Sabtu, 12 September 2026.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Saudi mengecam serangan terhadap jalur pipa Timur-Barat di wilayah Riyadh dan Madinah oleh sejumlah drone yang datang dari Irak, yang menyebabkan korban luka dan kerusakan.
"Operasi jalur pipa dihentikan sebagai langkah pencegahan, dan serangan tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka," ujar seorang pejabat Kementerian Energi kepada kantor berita SPA.
Kementerian Luar Negeri menegaskan, atas permintaan Perdana Menteri Irak, pihak Riyadh memilih untuk tidak memberikan tanggapan pada serangan drone itu.
“Dan mendukung upaya pemerintah Irak untuk mencegah serangan yang diluncurkan dari Irak terhadap Kerajaan dan negara-negara tetangga," kata Kementerian Luar Negeri.