Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo. (Foto: Runi/Karisma/DPR RI)

KPK Sita Mobil Super Mewah dan Moge dari Rumah Silmy Karim, DPR: Terus Terang, Ini Memalukan!

5 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • KPK menyita sejumlah kendaraan mewah dari rumah Silmy Karim, mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan penerimaan gratifikasi.
  • Penggeledahan berlangsung lima jam dan menghasilkan penyitaan beberapa kendaraan mewah, termasuk mobil Porsche dan motor Harley Davidson.
  • Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menegaskan bahwa kasus ini menciderai harapan masyarakat terhadap aparatur negara.
  • Yanuar menekankan bahwa kasus ini harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan internal di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
  • Ia berharap seluruh jajaran kementerian dapat melakukan pembenahan secara serius agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
  • Yanuar juga berharap proses penanganan kasus tersebut dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
  • Kasus ini menunjukkan adanya celah dalam sistem birokrasi yang memungkinkan terjadinya praktik-praktik menyimpang, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk mencegah kecurangan dan korupsi.
atau

UPdates—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah kendaraan mewah setelah menggeledah rumah kediaman mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI periode 2025-2026, Silmy Karim, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026 malam ini.

You may also like : bupati cilacapKPK Tangkap Bupati Cilacap dan Sekda dalam OTT di Jawa Tengah

Penggeledahan untuk mencari barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan pemerasan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) dan/atau penerimaan gratifikasi tahun 2022-2026 itu berlangsung lima jam.

You might be interested : yusril menko hukumYusril Pastikan Pemulangan Napi Narkoba Vonis Mati ke 3 Negara, DPR: Hati-hati

Pantauan di lokasi, satu unit mobil towing terlihat keluar dengan membawa beberapa kendaraan yang ditutupi kain hitam.

Kemudian, mobil towing lainnya menyusul di belakangnya mengangkut dua unit mobil mewah merek Porsche warna merah dan silver, dua unit motor merek Harley Davidson, satu unit motor Ducati, serta sejumlah sepeda.

Tim penyidik KPK dan satu kompi Korps Brimob bersenjata lengkap yang mengawal penggeledehan kemudian menyusul meninggalkan rumah pribadi Silmy.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo menegaskan, kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) ini menciderai harapan masyarakat terhadap aparatur negara yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani dan membela kepentingan rakyat.

“Terus terang ini berita yang sangat mengecewakan ya, di mana harapan kita semua pejabat publik bisa menjaga integritas, bisa menjaga kemurnian perjuangan membela rakyat, tentu ini sangat mencederai,” ujar Yanuar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI.

Sebagai mitra kerja Kementerian Imipas di DPR RI, Yanuar menegaskan bahwa kasus tersebut harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan internal.

Menurutnya, masih adanya dugaan pungli menunjukkan bahwa terdapat celah dalam sistem birokrasi yang memungkinkan terjadinya praktik-praktik menyimpang.

“Ini harus jadi pelajaran penting terutama bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa ternyata masih ada ruang-ruang gelap, adanya pungli di dalam sebuah proses perizinan dan seterusnya. Ini tentu harus menjadi pelajaran penting,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Yanuar menekankan bahwa penguatan integritas dan independensi aparatur harus menjadi prioritas utama dalam upaya reformasi birokrasi. Ia berharap seluruh jajaran kementerian dapat melakukan pembenahan secara serius agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Seluruh jajarannya harus menjadikan integritas dan independensi itu sesuatu yang sangat dibutuhkan sekarang. Jadi harapan saya ini menjadi pelajaran penting dan jangan terulang lagi. Kita hilangkan ruang-ruang gelap dalam birokrasi yang ini akan menimbulkan potensi terjadinya kecurangan, terjadinya korupsi, pungli,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yanuar berharap proses penanganan kasus tersebut dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Mudah-mudahan ini bisa diungkap secara terbuka dan menyeluruh. Itu harapan kami,” pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >