
UPdates—Seorang turis berusia 33 tahun dari Tamil Nadu, India, meninggal dalam kecelakaan tragis setelah terjebak di bawah gajah selama perkelahian mendadak antara dua gajah peliharaan.
You may also like :
Kecuali Dirinya, 243 Lainnya Tewas, Penumpang Air India: Saya tidak Percaya Bagaimana Saya Selamat
Insiden itu terjadi di Dubare Elephant Camp yang terkenal di distrik Kodagu, Karnataka, pada hari Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat.
Korban diidentifikasi sebagai Tulasi, yang dilaporkan mengunjungi kamp gajah populer tersebut sebagai turis.
Menurut petugas kehutanan, dia sedang berdiri di dekat tepi sungai menyaksikan gajah-gajah dimandikan selama sesi mandi rutin gajah peliharaan di kamp tersebut ketika insiden itu terjadi.
Dua gajah, yang diidentifikasi sebagai Kanchan dan Marthanda, tiba-tiba menjadi agresif dan mulai berkelahi satu sama lain.
Meskipun para pawang gajah berulang kali berusaha mengendalikan hewan-hewan tersebut, situasi dengan cepat memburuk.
Menurut siaran pers pemerintah, gajah Kanchan diduga menyerang Marthanda selama perkelahian. Dalam kekacauan yang terjadi, Marthanda dilaporkan kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Tulasi, yang berdiri di dekatnya, tertimpa tubuh Marthanda. Ia terjebak di bawah gajah dan menderita luka fatal. Tulasi meninggal di tempat kejadian sebelum tim penyelamat dapat menjangkaunya.
Insiden tersebut memicu kepanikan di antara para wisatawan dan staf yang berada di kamp, setelah itu petugas departemen kehutanan dan otoritas setempat bergegas ke lokasi kejadian.
Kamp gajah Dubare, yang terletak di sepanjang tepi Sungai Cauvery, adalah daya tarik wisata utama di Karnataka dan dikenal karena kegiatan interaksi gajah, termasuk sesi pemberian makan dan mandi yang diawasi oleh pawang gajah dan petugas kehutanan.
Menteri Kehutanan Karnataka Eshwar Khandre menyatakan duka cita atas insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Pejabat departemen kehutanan mengatakan penyelidikan mendalam telah dimulai mengenai keadaan seputar kecelakaan tersebut dan protokol keselamatan di fasilitas wisata tersebut kemungkinan juga akan ditinjau ulang.
Insiden ini sekali lagi menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan wisatawan di pusat interaksi satwa liar dan perilaku gajah yang ditawan yang tidak dapat diprediksi, terutama selama kegiatan publik yang melibatkan kontak dekat.