
UPdates—Sumber resmi dan koresponden media di Arab Saudi melaporkan pencabutan status siaga yang sebelumnya telah ditetapkan.
You may also like :
Pentagon Akui Dahsyatnya Kerusakan Akibat Serangan Iran, Hancurkan Ratusan Bangunan di Pangkalan Militer AS di Seluruh Timur Tengah
Sirene dan peringatan kewaspadaan sempat dibunyikan di Kota Suci Makkah, serta di wilayah Jeddah dan Taif, hanya beberapa menit setelah rencana darurat diaktifkan.
You might be interested :
Jet Tempur Arab Saudi Lancarkan 40 Serangan Udara di Yaman
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, pernyataan resmi dari Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi mengumumkan bahwa ancaman bahaya terhadap Makkah, Jeddah, dan Taif telah berlalu, menyusul konfirmasi berakhirnya ancaman udara dan diamankannya wilayah udara.
Perkembangan situasi di lapangan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman dari Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman mengenai adanya 13 korban luka serta kerusakan pada tujuh rumah dan dua kendaraan.
Korban dan kerusakan tersebut diakibatkan oleh serangan intensif yang dilancarkan milisi Houthi pada hari Senin, yang menargetkan kota-kota penting termasuk Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
Juru bicara koalisi, Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, menyatakan bahwa Houthi menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak dalam serangan-serangan tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada hari Selasa yang memperingatkan adanya "potensi bahaya" di Jeddah, Mekkah, dan Taif di wilayah barat negara itu, serta mengimbau warga untuk mencari perlindungan dan mengikuti instruksi keselamatan resmi.
Dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, menurut pihak Pertahanan Sipil Saudi, peringatan tersebut dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat.
Pihak berwenang tidak merinci jenis potensi bahaya tersebut.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan segera berpindah ke tempat aman terdekat—sebaiknya di dalam bangunan atau ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela—serta tetap berada di sana hingga bahaya berlalu.
Pertahanan Sipil juga menyarankan masyarakat untuk menjauhi area terbuka, jendela, balkon, dan atap bangunan; sementara mereka yang berada di luar ruangan diminta untuk masuk ke bangunan terdekat atau berlindung di balik penghalang yang kokoh.
Pengendara yang menerima peringatan diinstruksikan untuk menepi dan menjauhi jembatan serta gedung-gedung tinggi, sementara masyarakat umum diimbau untuk menghindari kerumunan maupun area berbahaya serta mengikuti instruksi melalui saluran resmi.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman, yang dalam beberapa hari terakhir telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap kota-kota dan infrastruktur Saudi.
Pasukan Saudi telah merespons dengan melancarkan serangan terhadap posisi-posisi Houthi di Yaman.
Juru bicara Kementerian Kesehatan pemerintah yang berbasis di Sanaa mengumumkan bahwa tiga orang—termasuk dua anak-anak—tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan udara Saudi yang menargetkan distrik Dhubab dan Maqbanah di Provinsi Taiz.
Belakangan ini, sejumlah provinsi di Yaman telah menyaksikan bentrokan sengit antara pasukan Yaman dan pasukan koalisi, yang terjadi bersamaan dengan serangan udara intensif yang menargetkan provinsi Marib, Al-Jawf, Taiz, dan Al-Hudaydah.
Eskalasi timbal balik di lapangan ini menyusul pengumuman pasukan Yaman pekan lalu bahwa mereka telah menguasai sepenuhnya Selat Bab al-Mandab dan pulau strategis Mayun, hingga mencakup wilayah distrik Dhubab.
Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai kebijakan "blokade dibalas blokade dan eskalasi dibalas eskalasi" di tengah krisis yang sedang berlangsung.