Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (Foto: Anadolu)

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Bantah Berkhianat dan Rutin Ketemu Agen Mossad

14 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, membantah laporan The New York Times yang menuduh bahwa badan intelijen Israel, Mossad, telah berupaya merekrutnya dan bahwa ia berada di bawah tahanan rumah.
  • Kantor Ahmadinejad menuduh surat kabar tersebut menerbitkan laporan palsu untuk menyesatkan opini publik dan memicu perpecahan internal di Iran.
  • The New York Times melaporkan bahwa Mossad telah berupaya dalam beberapa tahun terakhir untuk membujuk Ahmadinejad agar bekerja sama dengan Israel dan memandangnya sebagai kandidat potensial untuk memimpin Iran.
  • Laporan tersebut juga mengklaim bahwa Ahmadinejad berada di bawah tahanan rumah dan bahwa rencana itu merupakan bagian dari upaya Israel yang lebih luas untuk mewujudkan perubahan rezim di Iran.
  • Ahmadinejad baru-baru ini menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam penampilan publik pertamanya sejak perang AS-Israel di Iran.
  • Kantor Ahmadinejad membantah bahwa Ahmadinejad berada di bawah tahanan rumah dan mengatakan bahwa tuduhan tersebut dibuat-buat untuk mendukung klaim 'absurd' dari surat kabar tersebut.
  • Laporan The New York Times mengutip pejabat Amerika dan Iran yang mengetahui operasi tersebut, dan mengklaim bahwa agen Mossad terlibat dalam upaya untuk menyingkirkan Ahmadinejad dari Teheran.
atau

UPdates—Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad pada hari Selasa, 14 Juli 2026 membantah laporan The New York Times yang menuduh bahwa badan intelijen Israel, Mossad, telah berupaya merekrutnya dan bahwa ia berada di bawah tahanan rumah.

Ahmadinejad menyebut klaim tersebut sama sekali tidak benar.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Ahmadinejad menuduh surat kabar tersebut menerbitkan laporan palsu untuk menyesatkan opini publik dan memicu perpecahan internal di Iran.

Kantornya juga membantah bahwa Ahmadinejad berada di bawah tahanan rumah, dan mengatakan bahwa tuduhan tersebut dibuat-buat untuk mendukung apa yang digambarkan sebagai klaim "absurd" dari surat kabar tersebut.

"Kami secara kategoris menolak semua tuduhan yang sama sekali tidak benar yang dipromosikan oleh The New York Times," kata pernyataan itu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 14 Juli 2026.

Pada hari Senin waktu AS, The New York Times melaporkan bahwa Mossad telah berupaya dalam beberapa tahun terakhir untuk membujuk Ahmadinejad agar bekerja sama dengan Israel dan memandangnya sebagai kandidat potensial untuk memimpin Iran.

The New York Times dalam laporan tersebut juga mengklaim bahwa mantan presiden itu berada di bawah tahanan rumah.

Laporan tersebut menuduh bahwa rencana itu merupakan bagian dari upaya Israel yang lebih luas untuk mewujudkan perubahan rezim di Iran setelah serangan awal yang menargetkan para pemimpin senior Iran.

“Dalam beberapa tahun terakhir, menurut para pejabat Amerika, Israel secara diam-diam membayar Ahmadinejad untuk tempat tinggal dan perjalanan, dan agen-agen Israel bertemu dengannya di luar negeri beberapa kali, termasuk selama kunjungan ke Budapest,” kata laporan itu.

Surat kabar itu mengklaim bahwa upaya tersebut mencapai puncaknya pada akhir Februari, selama hari-hari awal konflik AS-Israel dengan Iran, ketika intelijen Israel diduga mencoba untuk menyingkirkan Ahmadinejad dari Teheran sebagai bagian dari rencana untuk membantu menggulingkan pemerintah Iran dan mengangkatnya sebagai pemimpin.

Menurut laporan tersebut, serangan udara Israel pada 28 Februari menargetkan kompleks Ahmadinejad, mengenai sebuah bangunan yang digunakan oleh pengawalnya serta kendaraan lapis bajanya.

Empat pejabat senior Iran mengklaim sebuah Peugeot hitam tiba setelah serangan itu, menjemput mantan presiden dan membawanya ke rumah persembunyian rahasia di dalam Iran, tambah laporan itu.

Mengutip pejabat Amerika dan Iran yang mengetahui operasi tersebut, surat kabar itu menuduh mobil tersebut dikemudikan oleh agen Mossad.

Minggu lalu, Ahmadinejad, yang menjabat sebagai presiden Iran dari tahun 2005 hingga 2013, menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam penampilan publik pertamanya sejak perang AS-Israel di Iran.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >