
UPdates—PT PLN (Persero) memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini di sejumlah wilayah.
You may also like :
Satu Negara Mati Lampu, Pemerintah Salahkan Monyet
Perusahaan BUMN itu mengatakan, mati lampu bergilir itu akibat gangguan teknis pada sejumlah pembangkit listrik besar.
Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan sistem kelistrikan menurun sehingga diperlukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur.
Menurut PLN, langkah manajemen beban dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan selama masa penanganan.
Mereka juga mengupayakan keseimbangan sistem agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi secara bertahap selama pemulihan.
Sembari mempercepat penanganan gangguan yang memengaruhi kemampuan sistem kelistrikan, PLN mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto menyampaikan hal itu dalam keterangan resminya.
"PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan pembangkit lain serta pengaturan operasi sistem. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak kepada pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Sabtu, 20 Juni 2026.
Gregorius Adi Trianto menjelaskan, sistem kelistrikan Jawa masih beroperasi dengan kondisi yang terkendali meskipun menghadapi gangguan sementara.
Ia memastikan proses pemulihan berlangsung bertahap mengikuti perkembangan perbaikan pasokan pada sistem kelistrikan nasional.
Buntut pemadaman bergilir ini, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak akibat kebijakan manajemen beban sementara tersebut.
Perusahaan menegaskan pemadaman bergilir akan dihentikan secara bertahap setelah kondisi pasokan listrik kembali membaik.
"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan pasokan listrik yang terjadi sementara. Manajemen beban akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan dan kestabilan sistem kelistrikan nasional," ucap Gregorius Adi Trianto.