Presiden Israel, Isaac Herzog. (Foto: AP PHOTO)

Mayoritas Parlemen Ingin Gadi Eisenkot Jadi PM Israel, Netanyahu Tamat?

6 November 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Saingan utama Benjamin Netanyahu telah mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota parlemen untuk mencoba membentuk pemerintahan, namun Presiden Israel menyatakan bahwa belum jelas siapa yang mampu memecah kebuntuan pascapemilu.

You may also like : trump netanyahu anadoluNetanyahu Desak Trump Segera Serang Iran, Teheran: Perang Baru Bakal Lebih Lama

Pemilihan umum nasional Israel pada 27 Oktober lalu berakhir tanpa pemenang yang jelas. Baik Perdana Menteri Netanyahu maupun Gadi Eisenkot, mantan kepala militer, tidak berhasil mengamankan jalan yang pasti menuju perolehan mayoritas di parlemen.

You might be interested : australia demoDemo Bentrok Saat Kunjungan Presiden Israel, Australia Imbau Warga Tenang

Situasi ini menghadirkan tugas berat bagi Presiden Isaac Herzog. Meski perannya lebih bersifat seremonial, ia memikul tanggung jawab pascapemilu untuk menunjuk kandidat yang dianggap memiliki peluang terbaik dalam membentuk koalisi di tengah negara yang sangat terpecah.

Herzog mengadakan serangkaian pembicaraan maraton dengan faksi-faksi yang terpilih pada hari Rabu dan Kamis. Dalam proses tersebut, 67 dari 120 anggota parlemen yang terpilih memberikan dukungan kepada Eisenkot, sementara 46 lainnya mendukung Netanyahu.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi di akhir rangkaian pembicaraan tersebut, Herzog mengatakan bahwa meskipun hasil konsultasi mungkin tampak jelas, terdapat saling veto, baik antarblok maupun di dalam blok itu sendiri, yang menyulitkan penentuan siapa yang memiliki peluang terbaik untuk membentuk pemerintahan.

Herzog menyatakan akan menentukan pilihannya pada hari Minggu, serta akan melakukan pembicaraan pribadi dengan sejumlah pemimpin partai selama akhir pekan di Israel, yang berlangsung dari hari Jumat hingga Sabtu.

Setelah dicalonkan oleh Herzog, kandidat Perdana Menteri tersebut akan memiliki waktu 28 hari untuk mencoba membentuk pemerintahan, dengan kemungkinan perpanjangan selama 14 hari. Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri dalam pemerintahan sementara hingga koalisi baru terbentuk, atau sampai pemilihan umum berikutnya—yang harus dilaksanakan jika tidak ada kandidat yang berhasil membentuk pemerintahan.

Partai Likud pimpinan Netanyahu memenangkan kursi terbanyak dibandingkan partai tunggal lainnya, yakni 27 kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang. Namun, koalisi religius-nasionalis yang lebih luas di bawah Netanyahu hanya mengumpulkan total 53 kursi.

Jumlah tersebut masih lebih baik daripada koalisi anti-Netanyahu yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot—yang mencakup empat partai Yahudi dari spektrum tengah-kiri hingga sayap kanan—dengan perolehan 48 kursi, meskipun jajak pendapat sebelum pemilu memprediksi persaingan yang ketat.

Dua partai yang mewakili kelompok minoritas Arab di Israel berhasil meraih 19 kursi, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam sebuah kemunduran bagi sang perdana menteri pada hari Kamis, partai United Torah Judaism—salah satu dari dua partai utama yang mewakili pemilih Yahudi ultra-Ortodoks sekaligus sekutu lama koalisi Netanyahu—memutuskan untuk tidak merekomendasikan kandidat mana pun untuk membentuk pemerintahan dalam pembicaraan dengan Herzog.

Meskipun Eisenkot, seperti halnya Netanyahu, sejauh ini menolak untuk membentuk pemerintahan bersama dua partai yang dipimpin oleh kelompok Arab di Israel, kedua partai Arab tersebut justru memberikan dukungan kepada Eisenkot.

Hal ini memberi Eisenkot dukungan dari mayoritas anggota parlemen yang cukup signifikan.

Netanyahu, yang terancam kehilangan kekuasaan, memanfaatkan penyelidikan oleh pejabat pemilu terkait dugaan kecurangan suara untuk menimbulkan keraguan terhadap hasil pemilu.

Ia menuduh partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab telah mencuri suara. Para kritikus menuding Netanyahu dan mitra-mitranya berupaya merongrong hasil pemilu, sebuah tuduhan yang ia bantah.

Komite Pemilihan Umum Pusat Israel menyatakan pada hari Rabu bahwa integritas pemilihan umum tersebut tidak terganggu.

Ketua komite tersebut, Hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg, telah meminta para pejabat terpilih Israel untuk menjaga kepercayaan publik, alih-alih menggoyahkannya.

"Ini adalah bahaya nyata. Salah satu fondasi demokrasi adalah peralihan kekuasaan secara damai," ujar Sohlberg kepada Herzog di kediamannya pada hari Rabu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Canberra Times, Jumat, 6 November 2026.

Ia menambahkan bahwa tingginya tingkat partisipasi pemilih, termasuk dari kalangan minoritas Arab, merupakan sebuah berkah.

Sekutu-sekutu Netanyahu dari kelompok sayap kanan ekstrem, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, telah menyerukan penangkapan dan interogasi segera terhadap para pemimpin partai Arab.

Hasil pemilu kali ini sangat penting bagi Netanyahu. Jika lengser dari jabatannya, karier politiknya diprediksi bakal tamat karena kasus korupsi sudah menunggunya saat ia tak lagi menjabat.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >