(foto:Dok.IG@psnewsss)

Misteri Kematian Satu Keluarga dalam Tenda di Temanggung, Terperangkap Gas Karbon Monoksida?

30 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Empat anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat kemping di lokasi wisata wilayah Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
  • Keluarga tersebut terdiri dari suami istri MHM (52) dan M (43), serta kedua putra mereka, AEH (17), dan BAH (21) asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
  • Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan menemukan dua kemungkinan penyebab, yaitu keracunan makanan atau gas yang berasal dari aktivitas pembakaran.
  • Namun, polisi belum menemukan tanda-tanda klinis umum keracunan makanan di sekitar lokasi, sehingga dugaan terperangkap gas karbon monoksida menjadi penyebab paling masuk akal.
  • Keluarga tersebut sempat melakukan aktivitas membakar makanan atau barbeque di teras atau mulut tenda di malam hari sebelum mereka beristirahat, dan sifat tenda yang kedap air dan kedap udara diduga membuat asap hasil pembakaran terperangkap di dalam ruang tempat mereka tidur.
  • Petugas tempat wisata mendapati korban sudah meninggal dunia saat membuka pintu tenda sekitar pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya tidak mendapat respon dari korban saat meminta checkout sekitar pukul 11.45 WIB.
  • Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti kematian keluarga tersebut.
atau

UPdates—Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan terkait penyebab meninggalnya empat anggota keluarga di dalam tenda di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara dari tim dokter forensik menunjukkan adanya dua kemungkinan penyebab kematian para korban.

Dugaan tersebut mengarah pada keracunan makanan maupun gas yang berasal dari aktivitas pembakaran.

You might be interested : dvuq6vg6f09h4q8Gunung Merapi Erupsi Lagi!

Namun, polisi belum menemukan tanda-tanda klinis umum keracunan makanan di sekitar lokasi. Termasuk tidak ditemukan muntahan di dalam tenda atau area luar.

Makanya, penyebab paling masuk akal dari dua dugaan polisi adalah para korban terperangkap gas karbon monoksida.

Sesuai hasil penyelidikan, keluarga tersebut sempat melakukan aktivitas membakar makanan atau barbeque di teras atau mulut tenda di malam hari sebelum mereka beristirahat.

Sifat tenda yang kedap air dan kedap udara diduga membuat asap hasil pembakaran briket dan kompor gas portable terperangkap di dalam ruang tempat mereka tidur.

“Kemungkinan karena tenda ini kedap air atau kedap udara, sehingga setelah bakar-bakar asap ini mungkin terkumpul di dalam tenda tersebut. Sehingga ketika setelah selesai melaksanakan masak-masak tersebut dan ingin lanjutkan untuk istirahat, otomatis tenda tersebut ditutup karena tempat kemping ini lumayan dingin,” jelas Komang Mahendra sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kompas.com, Sabtu, 30 Mei 2026.

Sebelumnya, empat orang dalam satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat kemping di lokasi wisata wilayah Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu, 27 Mei 2026.

Korban yang ditemukan meninggal terdiri dari suami istri MHM (52) dan M (43), serta kedua putra mereka, AEH (17), dan BAH (21).

Keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang itu tiba di lokasi wisata pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB untuk berkemah dan bermalam di area kemping.

Keesokan harinya, Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 11.45 WIB, petugas tempat wisata itu mendatangi mereka untuk meminta checkout karena area perkemahan akan dibersihkan. Akan tetapi, pemberitahuan mereka dari luar tenda tidak mendapat respon.

Petugas kembali mendatangi tenda sekitar pukul 15.00 WIB. Saat membuka pintu tenda, mereka mendapati seluruh korban sudah meninggal dunia.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >