Donald Trump (Foto: Instagram/Donald Trump)

Mulai Pusing, Trump Coba Seret 7 Negara dalam Perang, Minta Kirim Kapal Perang Bantu di Selat Hormuz

16 March 2026
Font +
Font -

UPdates—Presiden AS, Donald Trump pusing mengatasi Iran. Ia telah menuntut sekitar tujuh negara mengirimkan kapal perang untuk membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka saat perang dengan Iran berlanjut. Langkah ini dinilai bakal menyeret negara-negara itu ke dalam perang Iran vs AS-Israel.

You may also like : jason bannan twpFBI Punya Bukti Penyebab Covid-19, tapi tak Diizinkan Memberi Tahu Presiden

Berbicara di Air Force One pada hari Minggu, Trump mengatakan dia sedang dalam pembicaraan dengan negara-negara yang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah tetapi tidak menyebutkan nama mereka.

You might be interested : korban tembakAS Panas! Ibu 3 Anak Dieksekusi Secara Brutal Agen ICE, Trump dan Wali Kota Minneapolis Saling Bantah

"Kami sedang berbicara dengan berbagai negara tentang pengamanan selat. China mendapatkan sekitar 90 persen minyaknya dari Selat Hormuz. Akan lebih baik jika negara-negara lain ikut serta dalam pengamanan bersama kami," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Eastern Eye, Senin, 16 Maret 2026.

Sayangnya, upayanya mungkin sia-sia. Sejauh ini, belum ada negara yang memberikan komitmen tegas untuk membantunya.

Trump mengatakan dia menuntut negara-negara ini datang dan melindungi wilayah mereka sendiri. Dia menambahkan bahwa akan menarik untuk melihat negara mana yang tidak akan membantu mereka.

“Dalam upaya yang sangat kecil, yaitu hanya menjaga Selat tetap terbuka," ujar Trump.

Sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat setiap hari, menjadikannya salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Iran telah memblokir kapal-kapal di selat menggunakan ranjau laut dan perahu kecil, mendorong harga minyak di atas $100 per barel.

Harga bensin di AS telah naik lebih dari 70 sen per galon. Dan sebagaimana video-video yang beredar di media sosial,  warga AS mulai mengeluhkan perang Trump yang merugikan mereka.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah diminta oleh beberapa negara untuk memberikan jalur aman dan bahwa ini adalah keputusan militer Iran.

Ia menambahkan bahwa Iran tidak melihat alasan untuk berbicara dengan Amerika tentang mengakhiri perang, dengan mengatakan bahwa AS dan Israel memulai pertempuran pada 28 Februari selama pembicaraan nuklir.

Trump mengatakan AS pada dasarnya sudah mengalahkan Iran. "Kami telah melumpuhkan angkatan udara dan pertahanan udara mereka. Mereka sama sekali tidak memiliki pertahanan udara. Kami telah melumpuhkan kepemimpinan mereka," katanya.

Ia mengatakan rudal Iran hampir habis dan kemampuan mereka untuk membuat drone telah turun menjadi sekitar 20 persen dari sebelumnya.

Sayangnya, fakta di lapangan berkata sebaliknya. Hingga hari ini, Iran terus menggempur Israel dan aset-aset Amerika di negara-negara Teluk. Iran juga sepenuhnya memegang kendali atas Selat Hormuz.

Partai Republik di Kongres telah mendesak Gedung Putih untuk bertindak cepat guna menghentikan kenaikan biaya bahan bakar yang dapat merusak perekonomian, tetapi Trump sejauh ini menolak seruan untuk mengakhiri perang dengan cepat.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >