
UPdates - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara setelah usulan soal 15 poin rencana perdamaian Jalur Gaza yang disusun oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) ditolak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
You may also like :
Benjamin Netanyahu Resmi Jadi Buronan Pengadilan Kriminal International
Saat ditanya oleh para jurnalis di Gedung Putih terkait penolakan dari PM Israel tersebut, Trump menegaskan bahwa hubungannya dengan Netanyahu "sangat baik".
You might be interested :
DPR Usul Petani Diberi Uang BOP, seperti Dana BOS Pendidikan
"Hubungannya sangat baik," ujar Trump, dilansir Keidenesia.TV dari CNNIndonesia.com, Selasa, 11 Agustus 2026.
Sebelumnya, pada Minggu, 9 Agustus 2026, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya menentang rencana Dewan Perdamaian di Jalur Gaza, yang menyerukan agar Israel mulai menarik pasukannya bersamaan dengan pelucutan senjata Hamas.
Saat rancangan itu pertama kali dirilis oleh BoP pada 31 Juli, Netanyahu sempat bungkam selama beberapa hari. Dia baru mengakui bahwa pemerintah Trump telah mengirimkan draf, dan menyatakan ketidaksetujuannya.
"Militer Israel tidak akan melakukan penarikan apa pun, sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," ujar Netanyahu.
Netanyahu juga bersumpah "tidak akan ada negara Palestina yang berdiri" selama ia menjabat sebagai PM Israel.
Penolakan terang-terangan Netanyahu ini disebut menandai adanya keretakan kebijakan publik yang semakin melebar antara AS dan Israel.
Seorang pejabat di BoP menyatakan bahwa rencana Gaza itu masih berlaku.
"Proses ini didasarkan pada pelaksanaan dan verifikasi di lapangan. Diskusi dengan Israel terus berlanjut, dan kerangka kerjanya dirancang sedemikian rupa sehingga setiap tahapan baru akan berlanjut setelah komitmen yang disyaratkan terpenuhi," katanya.