
UPdates—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok pada pembukaan perdagangan Jumat, 15 Mei 2026 pagi ini.
You may also like :
Rupiah Makin Anjlok, Tembus Rp17.432 per Dolar AS, Ini Saran Pakar UGM ke Pemerintah
Rupiah dibuka di posisi Rp17.614 per dolar AS atau melemah 84 poin setara 0,48 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
You might be interested :
Ini Lokasi-Jadwal Penukaran Uang Baru di Sulsel Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025
Ini adalah level terlemah rupiah sepanjang sejarah. "Iya, level terendah sepanjang sejarah," kata Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Jumat, 15 Mei 2026.
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen global, mulai dari memanasnya konflik Timur Tengah hingga masih kuatnya data ekonomi AS yang membuat dolar AS terus menguat.
"Selain gejolak Timteng dan harga minyak yang masih di level tinggi, ini juga karena data ekonomi AS yang masih bagus sehingga menurunkan peluang Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga acuannya tahun ini," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan membantu Bank Indonesia (BI) untuk mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi," kata Purbaya kepada awak media di kantornya tengah pekan ini.
Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan Asia yang mayoritas berada di zona merah.
Won Korea Selatan tercatat melemah 0,50 persen, diikuti ringgit Malaysia yang turun 0,39 persen dan baht Thailand melemah 0,28 persen.
Selain itu, dolar Singapura turun 0,15 persen, yuan China melemah 0,14 persen, peso Filipina minus 0,13 persen, yen Jepang turun 0,11 persen, rupee India melemah 0,06 persen, serta dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.