
UPdates—Lima orang tewas dan dua lainnya luka-luka pada hari Senin, 1 Juni 2026 setelah ledakan dan kebakaran di jalur produksi propelan roket Korea Selatan di sebuah pabrik yang dioperasikan oleh Hanwha Aerospace di kota Daejeon.
You may also like :
Kesal Trump Menang, Wanita di Amerika Ramai-ramai Mogok Seks, Serukan Gerakan 4B
Para pejabat menyebut bahwa dua orang yang selamat, termasuk satu orang yang menderita luka bakar parah.
Seorang petugas pemadam kebakaran dalam sebuah pengarahan mengatakan, mereka selamat karena sempat melarikan diri dari fasilitas tersebut.
"Pihak berwenang belum mengidentifikasi para korban karena tubuh mereka rusak parah," kata seorang pejabat kesehatan dalam pengarahan yang sama sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Asia One, Senin, 1 Juni 2026.
Seorang petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa ledakan telah memicu kebakaran tersebut, meskipun penyebab ledakan masih diselidiki.
Saham Hanwha Aerospace turun 2,8 persen pada perdagangan sore hari, sementara perusahaan induk Hanwha Corp mengalami penurunan saham sebesar 3,4 persen.
Ledakan tersebut tampaknya terjadi saat air digunakan untuk membersihkan bahan peledak dari peralatan pembuatan propelan roket, kata seorang pejabat Hanwha dalam sebuah briefing perusahaan.
"Kami menundukkan kepala untuk meminta maaf kepada para korban dan keluarga mereka yang berduka," kata kepala eksekutif Son Jae-il, berjanji untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk menentukan penyebab kecelakaan tersebut.
Lima orang yang tewas termasuk dua pekerja sementara berusia 20-an dan semuanya dipekerjakan oleh Hanwha, kata perusahaan itu.
Hanwha adalah perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan. Pabriknya di Daejeon memproduksi mesin propulsi besar dan menangani propelan roket.
Pihak berwenang tidak dapat memperoleh tata letak pabrik karena dilindungi oleh undang-undang keamanan nasional, kata seorang pejabat dalam briefing sebelumnya.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan pengerahan semua sumber daya yang tersedia untuk menanggapi kecelakaan tersebut dan untuk melakukan penyelidikan, demikian pernyataan kantornya dalam pesan teks kepada wartawan.