
UPdates - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa saat ini terdapat 120 pelaksana tugas (Plt) yang mengisi posisi kepala sekolah (Kepsek) SMA dan SMK negeri di berbagai daerah di Sulsel.
Kondisi tersebut terjadi setelah ratusan kepsek SMA dan SMK negeri di Sulsel mengundurkan diri pada pertengahan Juni 2026.
Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Najamuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menentukan langkah penanganan pengisian jabatan tersebut.
"Peberadaan Plt kepala sekolah masih dimungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pergantian dari satu Plt ke Plt lainnya selama proses penetapan kepala definitif berjalan,"ujar Iqbal kepada para wartawan, Kamis pekan lalu.
Iqbal menjelaskan, mekanisme pengangkatan kepala sekolah telah diatur pemerintah pusat melalui sistem yang dikelola Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK).
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ( Pemprov Sulsel) berencana melaksanakan seleksi kepala sekolah tingkat SMK/SMA, setelah sebanyak 326 kepala sekolah SMA dan SMK negeri di Sulsel mengundurkan diri dari jabatanya.
Pada tahap pertama terdapat 128 kepsek yang mengajukan pengunduran diri, disusul 198 kepsek pada tahap kedua. Totalnya mencapai 326 orang.
Pengunduran diri massal ini diduga dipicu oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMA dan SMK di Sulsel. Total SMA dan SMK se-Sulsel tercatat sebanyak 1.532 sekolah.