
UPdates—Kasus pengantin wanita palsu menghebohkan India. Komplotan pengantin wanita palsu mengincar pria-pria jomblo yang kesulitan mendapatkan calon istri.
You may also like :
Virus Mematikan dan tanpa Obat Menyebar di India, Berpotensi Memicu Epidemi
Polisi dilaporkan sedang menyelidiki pengaduan bahwa seorang wanita menikahi beberapa pria melalui perantara sebelum melarikan diri dengan uang tunai dan perhiasan.
You might be interested :
Hati-Hati! Ada Penipuan Pendaftaran CPNS 2026
Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang dugaan jaringan yang menargetkan pria lajang di daerah pedesaan.
Jaringan "pengantin penjarah" yang diduga menargetkan pria lajang melalui pernikahan palsu terungkap di distrik Beed, Maharashtra, dengan polisi menyelidiki klaim bahwa seorang wanita menikahi beberapa pria sebelum melarikan diri dengan uang tunai dan perhiasan.
Kasus terbaru muncul dari sebuah desa, di mana seorang pria setempat mengklaim bahwa ia ditipu jutaan rupee setelah dibujuk untuk melakukan pernikahan palsu yang diatur oleh para perantara.
Menurut pengaduan tersebut, Yogesh Shinde diperkenalkan kepada wanita tersebut melalui perantara yang berjanji untuk mengatur pernikahannya.
Para perantara diduga mengumpulkan sejumlah besar uang darinya selama proses tersebut. Pernikahan tersebut dilangsungkan, tetapi dalam beberapa hari, pengantin wanita dan para perantara dilaporkan menghilang.
Selama penyelidikan lebih lanjut, Yogesh diduga menemukan bahwa wanita tersebut sebelumnya telah menikah dengan delapan pria lain dengan cara yang serupa dan diduga melarikan diri setiap kali setelah mengambil uang dan barang berharga.
Sangat tertekan oleh kejadian tersebut, Yogesh mendatangi polisi distrik untuk meminta tindakan terhadap komplotan tersebut.
“Saya telah ditipu jutaan rupee dan situasi ini telah mendorong saya untuk berpikir bunuh diri. Saya menginginkan keadilan,” kata Yogesh dalam pengaduannya kepada Kepala Kepolisian Beed sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari India Today, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia selanjutnya menyatakan bahwa ia tidak mengetahui pernikahan wanita tersebut sebelumnya dan sama sekali tidak diberi tahu sebelum pernikahan.
Sebuah pengaduan kini telah didaftarkan di kantor polisi Chaklamba, dan penyelidikan sedang berlangsung.
Menurut pengaduan tersebut, kelompok yang diduga tersebut secara khusus menargetkan pria lajang di daerah pedesaan distrik Beed, di mana keluarga sering kesulitan menemukan calon istri.
Polisi menduga geng tersebut menggunakan agen untuk mengidentifikasi pria-pria yang rentan dan diduga mengambil sejumlah besar uang dengan dalih mengatur pernikahan.
Dalam beberapa kasus, pengantin wanita diduga menghilang beberapa hari setelah pernikahan dengan perhiasan, uang tunai, dan barang berharga lainnya.
Insiden ini telah memicu kekhawatiran di seluruh distrik, dan polisi kini berupaya melacak anggota lain dari jaringan yang diduga tersebut dan menentukan apakah ada korban lain yang tertipu dengan cara serupa.