
UPdates - Perang Amerikat Serikat (AS) dan Iran hingga kini terus berlanjut. Pada hari Senin, 20 Juli 2026 waktu setempat, pasukan AS melanjutkan serangan malam kesembilan berturut-turut terhadap Iran.
You may also like :
Dimulai Hari Ini, Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata Tiga Hari
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim melaporkan bahwa rudal-rudal AS menghantam beberapa kota di Iran pada Senin pagi. Ledakan terdengar di Tabriz, Chabahar, Konarak, Bandar Mahshahr, dan Bandar Imam Khomeini, kata kantor berita tersebut.
You might be interested :
Armada AS mendekat, Iran Ingatkan Konsekuensi Mengerikan Jika Diserang
Komando Pusat militer AS menyebut bahwa serangan tersebut bertujuan untuk "melemahkan" kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, kata.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengatakan telah menyerang target militer AS di Kuwait dan menargetkan pesawat AS di bandara Aqaba, Yordania, dengan rudal balistik.
Garda Revolusi Iran juga mengumumkan serangan mendadak terhadap "markas operasi khusus musuh di wilayah Al-Tanf, Suriah".
Disadur Keidenesia.TV dari The Guardian, Senin, 20 Juli 2026, Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap tidak aman selama apa yang disebutnya sebagai "agresi AS” di wilayah tersebut berlanjut.
Mereka memperingatkan bahwa "jalur ini tidak akan aman untuk transit produk petrokimia, bahkan setetes pun minyak dan gas". Mereka juga memperingatkan militer AS untuk bersiap menghadapi "operasi hukuman".
Harga minyak melonjak pada perdagangan awal Asia Senin setelah serangan terbaru AS dan ketegangan di Selat Hormuz dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 2,72% menjadi $90,50 per barel sekitar pukul 01.00 GMT. Sebelumnya, harga sempat melampaui $91 – harga tertinggi sejak Juni.
Kepada wartawan saat ia kembali ke Washington setelah final Piala Dunia, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa serangan terbaru Amerika dilakukan untuk menghormati para anggota militer AS yang gugur dalam beberapa hari terakhir .
“Kami menyerang mereka (Iran, red) dengan sangat keras lagi malam ini, dan kami melakukannya untuk menghormati mungkin tiga, mungkin tiga patriot hebat,” kata Trump.
Militer AS mengatakan seorang anggotanya tewas pada hari Sabtu di Irak utara selama peledakan terkontrol terhadap drone Iran yang jatuh, dan sehari sebelumnya dua personelnya tewas di Yordania dalam serangan Iran.
Hal ini menjadikan total jumlah personel militer AS yang tewas sejak perang dimulai menjadi 17 orang, dengan lebih dari 420 lainnya terluka. Sementara Kementerian Kesehatan Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa 50 orang telah tewas dan lebih dari 500 orang terluka dalam serangan AS di negara itu selama tiga minggu terakhir.