
UPdates—Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tidak malu belajar dari pengalaman negara lain dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan.
You may also like :
Presiden Sentil Jenderal dan Ketua Parpol "Pemain" Tambang Ilegal, Said Didu: Mereka Ada di Sekitar Bapak
Prabowo mengatakan Indonesia tidak boleh ragu mengambil praktik terbaik yang terbukti berhasil diterapkan di berbagai negara.
"Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain, jangan malu belajar. Kirim tim ke India, kirim tim ke Brazil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke negara-negara Vietnam," ujar Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026 sebagaimana dilansir dari RRI.
Upaya tersebut menurutnya merupakan bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Salah satunya memastikan tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang mengalami kelaparan.
"Zero hunger, tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar. Tidak boleh anggota G20, Indonesia, ada rakyatnya yang lapar," tegas Presiden.
Selain pengentasan kelaparan, Presiden juga menyinggung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya.
Di antaranya kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, akses air bersih, energi bersih, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Kita berada di jalan yang benar, kita berada di jalan yang rasional," ujar Presiden.
Kepala Negara meminta seluruh jajaran kabinet tetap optimistis menjalankan agenda pembangunan nasional.
Ia menegaskan praktik-praktik ilegal seperti penyelundupan, illegal mining, illegal logging, under-invoicing, dan transfer pricing harus terus diberantas.
Praktik tersebut kata Prabowo merupakan bentuk kecurangan yang merugikan negara dan menghambat kesejahteraan rakyat.