
UPdates—Israel mengerahkan dua jet tempur untuk mencegat pesawat penumpang setelah pilot secara tidak sengaja memicu alarm peringatan pembajakan.
You may also like :
Israel Bebaskan 9 WNI Relawan Armada Bantuan Gaza
Pesawat penumpang itu memancarkan kode transponder 7500, yang digunakan untuk mengirimkan sinyal gangguan ilegal.
You might be interested :
Ngaku Keluarganya Diculik, Penumpang Coba Bajak Pesawat untuk Pergi ke Amerika
Penerbangan LOT Polish Airlines 155, yang dioperasikan oleh Electra Airways Bulgaria, membawa 180 penumpang dari Warsawa ke Tel Aviv pada Selasa waktu setempat ketika mengirimkan peringatan bahwa pesawat tersebut telah dibajak.
Bulgaria dan Turki juga mengerahkan pesawat untuk menanggapi ancaman serius tersebut.
Militer Israel mengatakan jet tempur terpaksa dikerahkan karena kurangnya kontak dengan pesawat.
Pesawat mendarat dengan selamat di Bulgaria setelah insiden tersebut.
“Insiden telah berakhir dan kontak telah dipulihkan dengan pesawat. Tidak ada kekhawatiran akan insiden keamanan,” kata Pasukan Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Independent, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut lembaga penyiaran publik Bulgaria, BNT, Bulgaria mengirimkan MiG-29 untuk mencegat pesawat tersebut setelah melintasi perbatasan utara negara itu di atas Sungai Danube menyusul peringatan yang dipicu oleh misi Pengawasan Udara NATO di atas Bulgaria.
Pesawat penumpang tersebut memancarkan kode transponder 7500, yang digunakan untuk mengirimkan sinyal gangguan ilegal terhadap pesawat, termasuk pembajakan, katanya.
Laporan BNT, Turki juga mengirimkan dua jet tempur F-16 untuk menemani pesawat tersebut dalam perjalanan selanjutnya.
Alarm dipicu dua kali, sekali saat memasuki wilayah udara Bulgaria dan sekali lagi setelah meninggalkan wilayah udara Turki.
Kementerian transportasi Bulgaria menyalahkan kegagalan teknis transponder pesawat, yang mengirimkan sinyal palsu gangguan ilegal/pembajakan dalam insiden itu.
Juru bicara LOT, Krzysztof Moczulski, mengatakan insiden itu disebabkan oleh transponder yang salah diatur, menurut kantor berita negara Polandia, PAP.
Moczulski mengatakan, pengontrol lalu lintas udara kemudian bertanya kepada pilot apakah laporan darurat masih berlaku dan pilot mengkonfirmasi bahwa peringatan itu palsu.
"Kemungkinan besar kesalahan manusia. Peristiwa yang benar-benar luar biasa,” katanya seraya mengatakan bahwa penyelidikan telah diluncurkan terkait masalah itu.