
UPdates–Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa sebagian besar ketentuan terkait Nota Kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat tetap bersifat rahasia.
You may also like :
Buronan ICC, Trump Sebut PM Israel Netanyahu Pahlawan Perang
Ia menekankan bahwa kesepakatan tersebut ditandatangani pada tingkat tinggi, yakni tingkat presiden.
You might be interested :
Trump Ancam AS Campur Tangan Bela Pendemo, Iran Balas Mengancam
Langkah ini diambil untuk memberikan kredibilitas yang lebih besar serta menjamin adanya kepastian politik dan hukum yang diperlukan bagi keberlanjutan kesepakatan tersebut.
Dalam bagian ketiga wawancara televisi yang komprehensif dengan rakyat Iran—yang menandai dua tahun masa jabatannya sebagai presiden—Pezeshkian menyatakan bahwa kesepahaman mengenai garis besar dan prinsip-prinsip dasar nota tersebut telah tercapai.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, Sabtu, 8 Agustus 2026, ia mengindikasikan bahwa upacara penandatanganan awalnya direncanakan melibatkan Jay D. Vance.
Saat itu, Vance menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.
Kemudian, pihak Iran berencana melibatkan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Presiden Iran menjelaskan bahwa Presiden AS Donald Trump kemudian memutuskan untuk menandatangani sendiri nota tersebut.
Hal ini mendorong pihak Iran untuk segera menaikkan tingkat penandatanganan agar juga dilakukan oleh kepala negara.
Ia menambahkan secara eksplisit bahwa "rincian lengkap mengenai ketentuan-ketentuan ini tetap rahasia," seraya memperjelas bahwa apa yang telah diungkapkan sejauh ini hanyalah sebagian kecil dari ketentuan kesepakatan bersejarah tersebut.
Hanya bagian-bagian itulah yang diizinkan untuk dipublikasikan kepada umum.
Pezeshkian menekankan bahwa Nota Kesepahaman (MOU) tersebut berkontribusi secara langsung dan menentukan dalam mengakhiri perang di Lebanon.
MOU itu mencakup pengaturan yang presisi untuk pencabutan blokade. Selain itu, kesepakatan ini berfokus pada pemulihan dana Iran yang dibekukan serta pencairan sebagian dari dana tersebut.
Lebih jauh lagi, kesepakatan ini mencakup pelonggaran dan pada akhirnya pencabutan sejumlah sanksi internasional.
Ia juga mencatat bahwa MOU tersebut memuat pengaturan khusus untuk pembukaan kembali Selat Hormuz dengan parameter yang telah ditetapkan.
Pezeshkian menegaskan komitmen penuh Iran terhadap kesepakatan tersebut. Pada saat yang sama, ia menjelaskan bahwa Teheran telah mengambil langkah-langkah eskalasi tertentu sebagai tanggapan atas sikap menunda-nunda dan kegagalan pihak lain dalam memenuhi komitmen mereka sepenuhnya.
Pezeshkian dengan tegas menolak anggapan yang melabeli nota kesepahaman tersebut sebagai sebuah "kekalahan" bagi negaranya, seraya menegaskan bahwa Iran telah meraih keuntungan strategis yang signifikan dan nyata.
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa Iran pada dasarnya telah memaksa Amerika Serikat untuk mundur dari sanksi yang telah diberlakukan.
Pernyataan-pernyataan penting ini memberikan gambaran mengenai seluk-beluk kesepakatan diplomatik yang dicapai baru-baru ini. Hal ini terjadi di tengah besarnya perhatian di tingkat regional maupun internasional terhadap implikasi kesepakatan tersebut bagi masa depan kawasan.