
UPdates—Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa pada hari Rabu mengatakan bahwa ia sempat berseloroh meminta Presiden AS, Donald Trump untuk menyerahkan New Jersey kepada Israel—karena Trump memiliki wilayah itu—sementara Dataran Tinggi Golan adalah milik rakyatnya sendiri.
You may also like :
Di PBB, Presiden Prancis Sebut Diplomasi Gaza ala Trump Tontonan Memalukan, Gedung Putih Tersinggung
Berbicara dalam sebuah diskusi di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB, al-Sharaa memuji keputusan Trump belakangan ini.
You might be interested :
Arab Saudi Mengutuk Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Ben-Gvir
"Presiden Trump adalah sosok yang berdiri bersama Suriah, mendukungnya, dan mengeluarkan keputusan bersejarah untuk mencabut sanksi terhadap Suriah," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Rabu, 23 September 2026.
Makanya, ia mengaku menghormati Trump. "Saya sangat menghormatinya dan memiliki hubungan yang sangat istimewa dengannya," ujarnya.
Al-Sharaa kemudian mengatakan ia pernah melontarkan candaan kepada Trump saat berkunjung ke Gedung Putih, ketika presiden AS tersebut menyinggung soal pengakuannya terhadap Dataran Tinggi Golan.
"Saya katakan kepadanya, mengapa Anda tidak memberikan New Jersey saja kepada mereka, jika Anda memang ingin memberikan tanah kepada Israel," ungkapnya.
"Menurut saya, New Jersey adalah milik Partai Demokrat dan mereka tidak memilih Presiden Trump, jadi ada baiknya wilayah itu diberikan kepada mereka," tambahnya.
Al-Sharaa melanjutkan, "Trump memiliki New Jersey, tetapi ia tidak memiliki Dataran Tinggi Golan.”
Terlepas dari candaan ini, Dataran Tinggi Golan adalah milik rakyatnya, dan baik presiden Suriah maupun presiden AS tidak memiliki hak untuk menyerahkannya kepada pihak lain.
Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan milik Suriah sejak perang tahun 1967 dan menyatakan aneksasi wilayah tersebut pada tahun 1981.
PBB menolak langkah tersebut melalui Resolusi Dewan Keamanan nomor 497, yang menyatakan tindakan itu tidak sah dan batal demi hukum.
Sebagian besar negara menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Suriah yang berada di bawah pendudukan militer Israel, meskipun Amerika Serikat dan Kolombia telah mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.