Soeratin Sosrosoegondo. (foto:Dok.PSSI)

Sejarah Hari Ini, 19 April: Hari Ulang Tahun PSSI

19 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • PSSI dibentuk pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia oleh Soeratin Sosrosoegondo, seorang insinyur sipil yang memiliki semangat nasionalisme tinggi.
  • Soeratin Sosrosoegondo memutuskan untuk mendirikan PSSI setelah berhenti dari perusahaan konstruksi Belanda, Sizten en Lausada, dan lebih aktif di bidang pergerakan.
  • PSSI didirikan sebagai wadah untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda dan menentang Belanda melalui sepak bola.
  • Pertemuan untuk membentuk PSSI dilakukan secara diam-diam di beberapa kota, seperti Solo, Yogyakarta, dan Bandung, untuk menghindari sergapan Polisi Belanda.
  • PSSI bergabung dengan badan sepak bola dunia FIFA pada tahun 1952 dan dengan badan sepak bola Asia, AFC pada tahun 1954.
  • Ketua Umum PSSI saat ini dijabat oleh Erick Thohir hingga tahun 2027.
  • PSSI awalnya bernama Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia, namun kemudian diubah menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1930.
atau

UPdates – Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diperingati setiap tanggal 19 April.

You may also like : hansipSejarah Hari Ini, 19 April: Hari Pertahanan Sipil

PSSI dibentuk pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928.

Ketika kembali, Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda, Sizten en Lausada, yang berkantor pusat di Yogyakarta.

Di sana dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk sejajar dengan komisaris perusahaan konstruksi itu. Akan tetapi, "didorong oleh semangat nasionalisme yang tinggi", dia kemudian memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut.

Setelah berhenti dari Sizten en Lausada, Soeratin lebih banyak aktif di bidang pergerakan.

Sebagai seorang yang gemar bermain sepak bola, dia menyadari kepentingan pelaksanaan butir-butir keputusan yang telah disepakati bersama dalam pertemuan para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda).

Soeratin melihat sepak bola sebagai wadah terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda sebagai sarana untuk menentang Belanda.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung.

Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID).

Kemudian, ketika mengadakan pertemuan di hotel Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta, Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta), dan juga pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi sepak bola nasional.

Selanjutnya, pematangan gagasan tersebut dilakukan kembali di Bandung, Yogyakarta, dan Solo yang dilakukan dengan beberapa tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A. Hamid, dan Soekarno (bukan Bung Karno).

Sementara itu, untuk kota-kota lainnya, pematangan dilakukan dengan cara kontak pribadi atau melalui kurir, seperti dengan Soediro yang menjadi Ketua Asosiasi Muda Magelang.

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil dari VIJ (Sjamsoedin, mahasiswa RHS), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo), VVB - Vortenlandsche Voetbal Bond Solo (Soekarno), MVB - Madioensche Voetbal Bond Madiun (Kartodarmoedjo), IVBM - Indonesische Voetbal Bond Magelang (E.A. Mangindaan), dan SIVB - Soerabajasche Indonesische Voetbal BondSurabaya (Pamoedji).

Dari pertemuan tersebut, diambillah keputusan untuk mendirikan PSSI, singkatan dari Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia.

Nama PSSI lalu diubah dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 menjadi Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia sekaligus menetapkan Ir. Soeratin sebagai ketua umumnya.

Dalam perjalanan keorganisasiannya, PSSI bergabung dengan badan sepak bola dunia FIFA pada tahun 1952, kemudian dengan badan sepak bola Asia, AFC pada tahun 1954. Saat ini Ketua Umum PSSI dijabat oleh Erick Thohir hingga tahun 2027.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >