
UPdates – Hari Revolusi Sandinista (Sandinista Revolution Day) diperingati setiap tanggal 19 Juli untuk memperingati penggulingan kediktatoran Somoza pada tahun 1979 dan merayakan kelahiran Nikaragua modern sebagai negara merdeka.
You may also like :
Prakiraan Cuaca, 19 Juli: Minggu Pagi Berpotensi Hujan di Wilayah Bone, Luwu, Luwu Timur dan Luwu Utara
Disadur dari Nationa Today, Revolusi Sandinista menandai dimulainya pemberontakan rakyat melawan kediktatoran militer keluarga Somoza, yang telah memerintah negara itu selama beberapa tahun.
Dimulai pada tahun 1961, Front Pembebasan Nasional Sandinista melancarkan kampanye anti-pemerintah. Kampanye dimulai pada tanggal 19 Juli. Perjuangan berlangsung hingga pemerintahan Somoza digulingkan pada tahun 1979.
Meskipun Front Pembebasan Nasional Sandinista memimpin kampanye yang luas dan berat, dan akhirnya membebaskan negara itu, namun konflik tersebut masih jauh dari selesai.
Pada awal tahun 1980-an, pemerintah AS mulai mendukung beberapa milisi di banyak negara Amerika Tengah untuk menekan pertumbuhan kelompok Marxis di Amerika Tengah. Hal ini akhirnya memicu Perang Kontra, di mana Front Pembebasan Nasional Sandinista melawan milisi Kontra yang didukung oleh AS.
Rakyat Nikaragua mulai membangun negara mereka pada pertengahan tahun 1980-an, meskipun terjadi pertempuran militer dalam Perang Kontra.
Pemilihan umum pertama berlangsung pada tahun 1984. Ronald Reagan, presiden AS saat itu, mengutuk pemilihan umum Nikaragua sambil tetap mendukung pasukan Kontra.
Front Pembebasan Nasional Sandinista (SNLF) memenangkan pemilihan dengan mayoritas besar. Tak lama kemudian, para menteri luar negeri dari beberapa negara Amerika Latin, termasuk Kolombia, Meksiko, dan Panama, mulai menyusun Perjanjian Perdamaian Esquipulas untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut. Perang Kontra berakhir pada tahun 1990.