
UPdates - Hari Otak Sedunia (World Brain Day) pertama kali dicanangkan pada tahun 2014 oleh World Federation of Neurology (WFN).
You may also like :
Prakiraan Cuaca, 22 Juli: Berpotensi Hujan di Sebagian Bulukumba, Lutim, Lutra, Sinjai, Tana Toraja pada Siang dan Sore Hari
Tanggal 22 Juli dipilih secara khusus untuk memperingati hari berdirinya organisasi tersebut guna meningkatkan kesadaran global akan pentingnya kesehatan dan perlindungan organ vital manusia tersebut.
Gagasan ini pertama kali disuarakan pada Kongres Neurologi Dunia di Wina pada 22 September 2013. Pada Februari 2014, Dewan Pembina WFN secara resmi menetapkan tanggal 22 Juli sebagai Hari Otak Sedunia.
Setiap tahunnya, WFN mengangkat tema khusus. Tahun ini, Tema Hari Otak Sedunia 2026 yang ditetapkan oleh WFN adalah "Brain Health: Access for All" (Kesehatan Otak: Akses untuk Semua).
Disadur Keidenesia.TV dari laman resmi WFN, Ketua Hari Otak Sedunia 2026, Profesor Tissa Wijeratne, OAM, MD, PhD menjelaskan bahwa, “Hari Otak Sedunia 2026 berfokus pada salah satu tantangan utama zaman kita: menjadikan kesehatan otak dapat diakses oleh semua orang, di mana pun.”
Pesan ini sederhana namun mendesak: akses yang tertunda berpotensi menjadi akses yang ditolak.
Berikut Lima Pilar Hari Otak Sedunia 2026:
1. Kesetaraan:Kesehatan otak adalah untuk semua orang, tanpa memandang letak geografis, pendapatan, atau latar belakang.
2. Intervensi Dini:Diagnosis yang lebih cepat dan akses ke perawatan mencegah kecacatan dan melindungi kemandirian.
3. Pencegahan:Banyak gangguan dapat ditunda atau dicegah melalui pengendalian risiko kardiovaskular, aktivitas fisik, dan kebersihan tidur.
4. Akses Lokal: Mendekatkan layanan kesehatan ke rumah dengan memperkuat layanan perawatan primer dan layanan berbasis komunitas.
5. Aksi Global: Mengubah kesadaran menjadi perubahan kebijakan dan peningkatan layanan kesehatan yang terukur.