
UPdates—Keracunan yang diduga disebabkan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berlanjut dan disorot publik.
You may also like :
Pakai Uang Bank, Ribuan Dapur MBG Terbengkalai, DPR Minta Segera Perjelas Nasibnya
Setelah 566 siswa dari 19 lembaga pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Jatim, terutama di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, kini pemberitaan soal keracunan MBG muncul dari Sumatera dan Sulawesi.
You might be interested :
Update Keracunan MBG Sidoarjo: Korban Tembus 566 Orang, 88 Rawat Inap
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Waspada, Kamis, 3 September 2026, sebanyak 334 penerima manfaat makanan MBG di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Sumatera Barat, mengalami keracunan dan menjalani perawatan medis.
Camat Palupuh, Nong Rianto Dt Maruhum mengatakan, korban keracunan setelah santap siang MBG, berasal dari tiga nagari yang ada di Kecamatan Palupuh.
"Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari. Nagari yang terdampak di Palupuh, Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Totalnya (sementara) 334 orang," katanya kepada wartawan.
Para penerima manfaat diduga keracunan pada Selasa, 1 September sekira pukul 10.00 WIB. Murid sekolah mengalami gejala demam, pusing, mual, muntah hingga diare dan langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh.
"Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin (31 Agustus) lalu dan tidak ada kendala. Namun pada Selasa (1 September) sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG," kata Jonnedi, Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, salah satu lokasi yang murid sekolah mengalami keracunan.
Sesuai data sementara yang ada di kecamatan, 334 orang yang mengalami keracunan tersebut terdiri dari 274 siswa SD se Kecamatan Palupuh dan 19 guru SD. Lalu ada 40 siswa dari SMPN 1 Palupuh, dan dua orang guru sekolah tersebut.
Seluruh korban terdampak dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan rumah sakit di Bukittinggi.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal membenarkan adanya kasus dugaan keracunan MBG tersebut. Menurutnya, saat ini Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait MBG yang dikonsumsi tersebut.
"Benar adanya terkait dugaan keracunan, kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh," jelas Iqbal kepada wartawan.
Bersamaan dengan kejadian di Agam, puluhan siswa dan guru di SMPN 2 Takalar, Sulawesi Selatan, juga mengeluhkan gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG, Senin, 31 Agustus 2026. Informasi yang dihimpun menyebut sekitar 30 siswa mengalami keluhan sakit perut hingga diare.
Dugaan keracunan akibat MBG berlanjut di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Siswa dan guru SMPN 1 Makale dilaporkan keracunan massal, Kamis, 3 September 2026.
Para siswa dan tenaga pengajar itu diduga keracunan menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, Rabu, 2 September 2026. Keluhan siswa mulai muncul pada Kamis pagi.
Saat ini, mereka sudah mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Sinar Kasih Makale, Puskesmas, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Menu MBG yang dibagikan kepada para siswa antara lain nasi, ayam, sayur, tempe, hingga buah melon. Makanan itu dilaporkan berasal dari dapur MBG di wilayah Kecamatan Rantetayo.