
UPdates—Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koalisi partai pendukung pemerintah saat ini sangat kuat.
You may also like :
Ide Gubernur Ditunjuk Langsung Oleh Presiden Dinilai Berpotensi Inkonstitusional
Prabowo menegaskan itu di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih pada bagian akhir Taklimat Awal Tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.
You might be interested :
Program Bebas dan Diskon Pajak Kendaraan di Sulsel hingga 31 Oktober 2025
Meski mengklaim koalisi pendukung pemerintahannya kuat, Prabowo berkelakar bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar harus diawasi terus.
"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Antara, Selasa, 6 Januari 2026.
Sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, PKB seperti diketahui sempat berkontestasi menghadapi Prabowo saat Pilpres 2024.
Saat itu, Muhaimin Iskandar menjadi pendamping calon presiden, Anies Baswedan. Mereka diusung PKB, PKS, dan NasDem.
Setelah kemenangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo.
Sementara itu, dalam kegiatan ini, Prabowo memuji kabinetnya. Khususnya pencapaian mereka dalam setahun kepemimpinannya.
“Bahwa hari ini, cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia. Pernah di pemerintahan Presiden Soeharto di puncaknya kita punya cadangan beras 2 juta ton. Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah. Saya kira ini berkat kerja keras semua unsur,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari YouTube Sekretariat Presiden.
Kepala Negara juga menyampaikan keberhasilan pemerintah di program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mencapai 55 juta orang hingga 6 Januari 2026.
“Kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat. 55 juta anak Indonesia menerima makan setiap hari. Termasuk ibu-ibu juga,” ujarnya.