Presiden Donald Trump saat mengunjungi pesawat Air Force One yang baru di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland pada hari Jumat, 19 Juni 2026. (foto:Dok. Official White House Photo/Daniel Torok)

Senat dan DPR AS Bersatu Paksa Trump Setop Perang di Iran

24 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Senat AS bergabung dengan DPR AS untuk memaksa Presiden Donald Trump menghentikan perang di Iran dengan memberikan suara 50-48 mendukung resolusi kekuasaan peran.
  • Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran Kongres, termasuk anggota Partai Republik, tentang perang di Iran dan merupakan pertama kali dua kamar di Kongres mengesahkan resolusi semacam itu sejak 1973.
  • Pemungutan suara tersebut merupakan kemunduran bagi Trump, meskipun hanya bersifat simbolis, karena selama ini dia selalu mendapat dukungan dari anggota Partai Republik di Kongres.
  • Beberapa anggota Partai Republik mulai bersikap bertentangan dengan Trump terkait perang di Iran, meskipun Partai Republik merupakan mayoritas di Kongres dengan jumlah yang tipis dibandingkan Demokrat.
  • Trump mengkritik pemungutan suara tersebut, menyebutnya 'tidak tepat waktu dan tidak berarti' dan menuduh mereka yang memberikan suara mendukung memberikan 'dukungan' kepada Iran.
  • Keputusan ini juga terjadi saat Gedung Putih diperkirakan akan meminta Kongres untuk mengesahkan dana puluhan miliar dolar AS untuk membiayai perang di Iran.
  • Resolusi ini menunjukkan perbedaan pendapat antara Trump dan sebagian anggota Kongres tentang penanganan perang di Iran.
atau

UPdates - Senat Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memaksa Presiden Donald Trump menghentikan perang di Iran.

You may also like : trump netanyahu india today aiIran Bikin Pusing, Setelah Bertengkar Netanyahu, Trump Debat Panas dengan Wapres Vance

Dilansir Keidenesia.TV dari CNNIndonesia, pada Selasa, 23 Juni 2026 waktu setempat, Senat AS memberikan suara 50-48 mendukung resolusi kekuasaan peran yang telah disahkan DPR bulan ini. Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran Kongres termasuk anggota Partai Republik tentang perang di Iran.

You might be interested : captureUsai Serang Iran, Trump Serukan Perdamaian, Netizen AS: Ia Presiden untuk Perang bukan Perdamaian

Ini merupakan pertama kali dua kamar di Kongres mengesahkan resolusi yang mengarahkan Presiden AS untuk menarik pasukan militernya dari perang sejak Resolusi Kekuasaan Perang, yang lebih dikenal sebagai Undang-Undang Kekuasaan Perang diberlakukan pada tahun 1973.

Meski hanya bersifat simbolis, pemungutan suara tersebut merupakan kemunduran bagi Trump. Selama ini Trump selalu mendapat dukungan dari anggota Partai Republik di Kongres.

Hal itu juga terjadi saat Gedung Putih diperkirakan akan meminta Kongres untuk mengesahkan dana puluhan miliar dolar AS untuk membiayai perang.

Partai Republik merupakan mayoritas di Kongres, tapi jumlahnya amat tipis dibandingkan Demokrat. Meski demikian, beberapa di antara anggota Partai Republik mulai bersikap bertentangan dengan Trump terkait perang di Iran.

Dalam sebuah unggahan pada Selasa malam, Trump mengkritik pemungutan suara tersebut, menyebutnya "tidak tepat waktu dan tidak berarti" dan menuduh mereka yang memberikan suara mendukung memberikan "dukungan" kepada Iran dan membuat pekerjaannya "lebih sulit".

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >