
UPdates—Hampir setahun setelah menyampaikan telah memutuskan bahasa Portugis menjadi salah satu materi ajar di sekolah, Presiden Prabowo Subianto kembali menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis diperluas di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.
You may also like :
Heboh Lift Tangga Borobudur untuk Prabowo dan Macron, Kalau Aman Young Buddhist Usul "Permanenkan"
Prabowo menyampaikan itu dalam sambutan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis, 28 Mei 2026 waktu setempat
You might be interested :
Dicuri 37 Tahun Lalu, Patung Jim Morrison Ditemukan Kembali
Perintah pembelajaran ini disampaikan Prabowo sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan Indonesia dengan Prancis.
"Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Jumat, 29 Mei 2026.
Kepala Negara yang sudah empat kali berkunjung ke Prancis selama 20 bulan menjabat sebagai Presiden menjelaskan, penguasaan bahasa asing termasuk Prancis penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Selain itu, penguasaan bahasa Prancis menjadi penting seiring dengan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Prancis di berbagai sektor.
Sebelumnya, Prabowo melempar wacana bahasa Portugis diajarkan di sekolah ketika menerima kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva.
Dalam pertemuan keduanya pada Kamis, 23 Oktober 2025, Prabowo menyampaikan telah memutuskan agar bahasa Portugis menjadi salah satu materi ajar di sekolah sebagai bukti hubungan Brasil dan Indonesia yang kuat.
"Saya akan memberi petunjuk kepada menteri pendidikan tinggi dan menteri pendidikan dasar untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kami," kata Prabowo di Istana Merdeka saat itu.