Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita. (Foto: Septamares/Mahendra/DPR RI)

SPPI Kopdes Merah Putih Dijanji Jadi ASN, PDIP: Lukai Jutaan Honorer dan Bikin Gaduh

17 March 2026
Font +
Font -

UPdates—Janji pemerintah memberikan status Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendapat sorotan Senayan.

You may also like : 08530209 1002 44dc 8b88 31e23a655521 1024x683 (1)Wali Kota Makassar Larang Pegawai Pemkot Pamer!

Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita menegaskan, langah pemerintah itu berpotensi memicu kegaduhan.

You might be interested : yusril menko hukumHapus Presidential Threshold, DPR dan Pemerintah Hormati Putusan MK

Sonny mengatakan, pemberian status ASN tersebut akan melukai perasaan jutaan tenaga honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun di berbagai pelosok negeri.

Diingatkan Sonny, aspek keadilan sosial harus menjadi panglima dalam setiap kebijakan rekrutmen. Ia mencermati adanya ketimpangan jika rekrutmen baru langsung diberikan "karpet merah" menjadi ASN.

"Kita harus bicara jujur tentang rasa keadilan. Bagaimana perasaan guru-guru honorer di sekolah terpencil, perawat dan bidan desa yang bertaruh nyawa di garis depan kesehatan, hingga tenaga teknis dan administrasi di kantor-kantor pemerintahan yang nasibnya hingga kini masih terkatung-katung tanpa kepastian status," ujar Sonny dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini lebih lanjut mempertanyakan nasib para Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dan Penyuluh Lapangan lainnya.

"Mereka ini adalah pejuang pangan yang sudah berpeluh di sawah bersama petani selama bertahun-tahun. Jika rekrutmen baru SPPI dijanjikan jalur istimewa menjadi ASN, ini adalah bentuk ketidakadilan nyata," tegasnya.

Selain isu SDM, Sonny mengkritisi dominasi Kementerian lain di luar sektor perkoperasian dalam proses rekrutmen ini. Berdasarkan Perpres yang ada, ia menuntut agar Kementerian Koperasi dikembalikan fungsinya sebagai leading sector.

"Berdasarkan aturan, urusan perkoperasian adalah ranah teknis Kementerian Koperasi. Tanpa kepemimpinan dari kementerian yang kompeten di bidangnya, penempatan 30.000 sarjana ini dikhawatirkan hanya akan menjadi proyek seremonial yang bias akibat ego sektoral," kata Sonny.

Terkait infrastruktur fisik KDMP, Sonny juga memberikan peringatan keras mengenai isu alih fungsi lahan. Ia mencatat adanya potensi pembangunan gedung koperasi yang menabrak aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

"Saya memahami KDMP adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis Inpres, namun perlindungan lahan sawah adalah amanat Undang-Undang. Mari kita wujudkan tujuan ekonomi tanpa harus mengorbankan lahan produktif yang menjadi tumpuan hidup petani. Pembangunan tidak boleh menegasikan materi muatan hukum yang sudah ada," tuturnya.

Makanya, Sony mengajak pemerintah memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk melakukan refleksi mendalam atas tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif.

"Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, saya mengetuk hati pemerintah untuk selalu istiqomah dan berpihak pada keadilan. Pastikan sinergi antar-kementerian berjalan tanpa hambatan ego sektoral. Jangan sampai upaya baik memaksimalkan potensi bangsa ini justru meninggalkan luka bagi mereka yang sudah lama berdedikasi untuk negara," tandasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >