
UPdates—Seorang tentara Amerika dan seorang tentara Inggris tewas dalam kecelakaan latihan di Irak. Para pejabat di Amerika Serikat dan Inggris mengumumkan kematian tentara-tentara tersebut.
You may also like :
Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Tertinggi Sejak 2022
Mereka tidak merilis detail lebih lanjut tentang insiden tersebut, yang terjadi pada hari Minggu, 31 Mei 2026 waktu setempat.
You might be interested :
Kepala NASA yang Baru Ingin Tentara Amerika Tugas di Luar Angkasa
Kematian tersebut terjadi di pangkalan udara di Irbil di wilayah Kurdi semi-otonom di Irak utara, tempat AS mempertahankan kehadirannya, kata Angkatan Darat AS dalam sebuah unggahan di X.
"Identitas anggota layanan AS yang meninggal dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat," kata angkatan darat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CBS News, Selasa, 2 Juni 2026.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa keluarga tentara Inggris telah diberitahu dan meminta "masa tenggang" sebelum detail lebih lanjut dirilis.
"Dengan sangat menyesal kami dapat mengkonfirmasi bahwa sebuah kecelakaan pelatihan terjadi di Irak utara pada hari Minggu, 31 Mei 2026, yang mengakibatkan seorang anggota Angkatan Darat Inggris meninggal dunia," kata kementerian tersebut dalam unggahan itu.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia sangat sedih atas kematian tentara Inggris tersebut. Sebuah video di media sosial menunjukkan Healey mengumumkan kematian tentara tersebut di Parlemen Inggris.
AS telah mengurangi jumlah pasukan yang memerangi kelompok ISIS di Irak. Namun pasukan Amerika tetap mempertahankan kehadiran di wilayah Kurdi karena AS berupaya memperkuat hubungan dengan Kurdi.
AS meresmikan kompleks konsulat baru yang besar pada bulan Desember di Irbil, ibu kota wilayah Kurdi, yang menyoroti keterlibatan diplomatik dan strategis Washington di daerah tersebut.
Kematian tersebut terjadi hampir sebulan setelah dua tentara Amerika jatuh dari tebing dan meninggal dunia saat melakukan pendakian rekreasi di luar jam tugas di Maroko.
Mereka dilaporkan hilang pada 2 Mei setelah berpartisipasi dalam African Lion, sebuah latihan militer multinasional tahunan.