
UPdates—Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak mengungkap fakta mengejutkan soal dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo.
You may also like :
431 Santri Keracunan MBG di Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo, Ponpes Tegaskan Makanan dari SPPG
Menurutnya, bukan hanya Ponpes Manbaul Hikam, keluhan serupa juga siswa dari sejumlah sekolah lain yang menerima manfaat dari dapur penyedia MBG yang sama.
You might be interested :
Semua Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur MBG Jam 2 Dini Hari
"Nah, memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren beliau, Mambaul Hikam ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi, kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kalitengah," ungkap Emil sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Rabu, 2 September 2026.
Emil menyebut total terdapat 19 lembaga pendidikan yang terdampak akibat kejadian ini. Selain pesantren, ada juga SMA, SMP, SD hingga TK. Seluruhnya berada di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
"Ada 19 lembaga yang terdampak. Ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak, salah satunya Ponpes Manbaul Hikam," ujarnya.
"Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya. TK pun juga ada," tambah ketua Demokrat Jatim ini.
Emil mengungkapkan SPPG Tanggulangin Kalitengah sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum kejadian ini.
"Nah, sebenarnya SPPG ini sudah memperoleh SLHS, kita telusuri. Catatan-catatan asesmen juga menunjukkan sarana prasarananya memadai. Tenaga-tenaganya juga banyak yang sudah mengikuti sertifikasi penjamah makanan, sertifikasi halal pun juga sudah diperoleh," katanya.
Kendati begitu, Emil menyebut sertifikasi tersebut tidak menjamin sepenuhnya tidak akan terjadi masalah, mengingat SLHS hanya menilai sistem dan sarana prasarana secara umum.
"Nah, inilah yang memang tidak bisa instan jawabnya. SLHS ini menilai sistem dan sarpras," katanya.
Kemungkinan penyimpangan kata dia tetap dapat terjadi pada tahap lain, seperti kualitas bahan makanan maupun ketepatan waktu pelaksanaan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Tetapi tetap saja dengan sarpras dan sistem, masih ada ruang kalau misalnya katakanlah bahan makanannya dari awalnya, atau timing pelaksanaan menyimpang dari SOP yang diverifikasi, itu bisa saja menyebabkan masalah," ucapnya.
Dapur MBG Disuspend Sementara
Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai menerima laporan kejadian keracunan ini.
"Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional," kata Teguh.
SPPG Kalitengah Tanggulangin ini memasok sekitar 2.800 porsi makanan per hari untuk sekolah dan pesantren. Sekitar 1.000 porsi di antaranya untuk santri Ponpes Manbaul Hikam.
"Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah," bebernya.
Teguh menyebut sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian untuk diuji laboratorium.
"Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab," katanya.
Teguh memastikan dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin yang menyuplai MBG ke pesantren itu telah di-suspend sementara oleh BGN pusat pascakejadian.
"Sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara," ujarnya.
Mengenai jangka waktu penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin ini, Teguh mengatakan keputusan akhir menunggu hasil evaluasi dan uji sampel laboratorium.
"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspend sementara atau suspend permanen," pungkasnya.