Abdullah (Foto: DPR RI)

Ternyata Korupsi Batu Bara yang Bikin Black Out Sumatra, DPR: Kejar Aktor Utamanya dan Bikin Jera

8 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatra dan pemadaman di sejumlah wilayah di Indonesia.
  • Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi ini dan telah menemukan adanya dua perusahaan yang diduga melakukan penyimpangan hukum.
  • Kerugian negara ditaksir mencapai Rp5 triliun akibat praktik nakal yang telah dilakukan selama 6 tahun, dengan modus seperti manipulasi dokumen dan kuantitas batu bara.
  • Abdullah menegaskan bahwa pengusutan tidak boleh berhenti di pihak swasta saja, tetapi juga harus menyelidiki regulator karena mereka memiliki peran dalam sektor pelayanan publik.
  • Penanganan korupsi pada sektor energi perlu mengedepankan pendekatan follow the money dan follow the assets untuk memberikan efek jera dan memulihkan kerugian negara secara optimal.
  • Abdullah mendorong lembaga penegak hukum untuk memperkuat Joint Financial Crime Investigation dan pertukaran data keuangan secara real time untuk percepatan mekanisme penyitaan dan pemulihan aset.
  • Pemerintah diminta untuk mempercepat penyusunan profil risiko korupsi sektor energi sebagai dasar bagi aparat penegak hukum dalam melakukan deteksi dini terhadap pola penyimpangan.
atau

UPdates—Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatra dan pemadaman di sejumlah wilayah di Indonesia.

You may also like : abdullah pkb dprSiswa SMP Tewas saat Praktik Bikin Senjata Rakitan, Anggota DPR: Saya Tidak Habis Pikir

Ia meminta Polri untuk segera menemukan dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kasus ini. Termasuk aktor utamanya.

You might be interested : sri lanka gettySatu Negara Mati Lampu, Pemerintah Salahkan Monyet

“Investigasi kasus dugaan korupsi batu bara harus menjadi titik awal reformasi penanganan kejahatan korupsi sektor strategis,” kata Abdullah dalam rilis di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI.

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri saat ini tengah mengusut kasus dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang memicu terjadinya blackout di Sumatra dan sejumlah wilayah Indonesia. Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan.

Kortas Polri menemukan adanya dua perusahaan yang diduga melakukan penyimpangan hukum terhadap pemenuhan pasokan batu bara. Diduga, sejumlah modus dilakukan terduga pelaku dalam kasus ini. Salah satunya ialah manipulasi dokumen.

Penyidik juga menemukan manipulasi terkait dengan kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan. Hal itu berdampak pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya atau yang riil.

Akibat praktik nakal yang telah dilakukan selama 6 tahun ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp5 triliun.

Abdullah mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Polri dalam mengusut kasus ini.

“Tentunya langkah baik ini harus dibarengi dengan penindakan yang terukur. Kita berharap Polri segera menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kasus dugaan korupsi itu,” jelas Politisi Fraksi PKB ini.

Ia menegaskan, pengusutan tidak boleh berhenti di pihak swasta saja. “Tapi usut juga dari sisi regulator karena dalam sektor pelayanan publik seperti ini, bukan hanya perusahaan yang punya peran,” imbuhnya.

Bagi Abdullah, pengungkapan dugaan korupsi tata niaga batu bara menunjukkan bahwa kejahatan korupsi pada sektor strategis semakin berkembang dengan pola yang kompleks.

Apalagi menurutnya, kasus seperti itu melibatkan rantai transaksi yang panjang, berbagai entitas usaha, serta aliran keuangan yang sulit ditelusuri.

“Dalam konteks seperti ini, keberhasilan penegakan hukum juga tidak cukup diukur dari penetapan tersangka, tetapi dari kemampuan negara membongkar keseluruhan jaringan kejahatan yang memungkinkan praktik tersebut berlangsung dalam waktu lama,” tegasnya.

Oleh karena itu, Abdullah menilai bahwa penanganan korupsi pada sektor energi perlu mengedepankan pendekatan follow the money dan follow the assets.

Dengan begitu, lanjutnya, proses penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengidentifikasi aktor intelektual, penerima manfaat utama (beneficial owner), serta seluruh aset yang diperoleh dari hasil tindak pidana.

“Pendekatan seperti itu penting agar pemberantasan korupsi benar-benar memberikan efek jera sekaligus memulihkan kerugian negara secara optimal,” tegas Abdullah.

Abdullah pun mendorong Polri, Kejaksaan, PPATK, BPK, dan lembaga penegak hukum lainnya memperkuat Joint Financial Crime Investigation untuk seluruh perkara korupsi yang berkaitan dengan sektor sumber daya alam dan energi.

“Kolaborasi tersebut perlu didukung dengan pertukaran data keuangan secara real time, penguatan kemampuan financial forensic, serta percepatan mekanisme penyitaan dan pemulihan aset agar hasil tindak pidana tidak sempat dialihkan atau disembunyikan,” sebutnya.

Selain itu, Abdullah juga meminta Pemerintah mempercepat penyusunan profil risiko korupsi sektor energi sebagai dasar bagi aparat penegak hukum dalam melakukan deteksi dini terhadap pola penyimpangan yang berpotensi muncul pada rantai pasok energi nasional.

“Pencegahan harus dibangun berbasis analisis risiko, bukan hanya menunggu munculnya laporan atau kerugian negara dalam jumlah besar,” jelas Abdullah.

Di akhir pernyataannya, Abdullah mengingatkan bahwa keberhasilan penegakan hukum akan memberikan dampak yang lebih besar apabila mampu mengubah sektor energi dari ruang yang rentan terhadap praktik korupsi menjadi sektor yang memiliki tingkat integritas tinggi.

“Sehingga sektor pelayanan publik juga menjadi lebih transparan, dan terlindungi oleh sistem pengawasan yang kuat,” pungkasnya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >