Florian Wirtz (Foto: Instagram)

Terpuruk di Liverpool, Chelsea Bisa Selamatkan Karier Florian Wirtz

13 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Chelsea termasuk di antara empat klub raksasa yang berminat merekrut Florian Wirtz, di tengah kian banyaknya bukti bahwa rekan-rekan setim pemain asal Jerman itu di Liverpool sudah habis kesabaran terhadapnya.

You may also like : alajbegovic scream gettyKejutan! Alajbegovic Gabung Juventus dengan Biaya Rp679 M

Wirtz didatangkan dengan total biaya paket senilai £116 juta dari Bayer Leverkusen dua musim panas lalu. Sayangnya bagi Liverpool, sejauh ini performanya justru tampak seperti pemain seharga £11,6 juta.

You might be interested : kane bayern fcOlise Hattrick dan Kane Brace, Bayern Bantai Union Berlin 7-0 dan Pimpin Klasemen Bundesliga

Pemain Jerman itu kesulitan memberikan dampak dalam permainan di area pertahanan lawan; penampilan gemilang yang dulu ia tunjukkan bersama Bayer Leverkusen kini tinggal kenangan semata.

Sang playmaker menuai kritik tajam akibat performa buruknya saat melawan Bournemouth sebelum jeda internasional.

Tidak ada peningkatan berarti saat timnya kalah telak 0-3 di tangan Manchester City pada pertandingan terakhir, bahkan Wirtz sempat membuat rekan-rekan setimnya kesal akibat pengambilan keputusan yang aneh.

Setelah memilih mengoper bola padahal seharusnya bisa menembak di awal laga, Wirtz kembali kehilangan fokus di babak kedua dengan melakukan tembakan saat seharusnya ia mengoper.

Ia mengabaikan Milos Kerkez dan Bradley Barcola, lalu melepaskan tembakan keras yang justru menghantam penonton malang di baris Q.

Kerkez, Barcola, dan Victor Munoz tampak melambaikan tangan sebagai tanda kekecewaan yang nyata.

Menurut legenda Jerman, Lothar Matthaus, Wirtz dan Liverpool mungkin memang merupakan kombinasi yang sangat tidak cocok.

Sang pengamat menyebutkan bahwa para pemain Liverpool tidak lagi mencari Wirtz untuk mengalirkan bola, berbeda dengan rekan-rekannya di tim nasional Jerman.

"Belakangan ini saya terkesan dengan Florian Wirtz saat ia bermain untuk tim nasional Jerman," ujar Matthaus di Bulinews sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari F365, Selasa, 13 Oktober 2026.

Rekan-rekan setimnya di timnas selalu berusaha mengalirkan bola kepadanya, persis seperti yang biasa mereka lakukan di Leverkusen.

“Namun di Liverpool, para pemain cenderung mencari opsi lain, seperti [Dominik] Szoboszlai di sampingnya atau [Alexander] Isak di depannya,” jelas Matthaus.

"Menurut informasi terbaru yang saya terima dari Inggris, orang-orang umumnya merasa puas dengan performanya belakangan ini. Namun, ketika Anda adalah pemain mahal yang diharapkan menjadi pembeda dalam pertandingan, lalu kalah telak 3–0 dalam laga besar, wajar jika Anda mendapat banyak kritik keras dari media,” lanjutnya.

Wirtz terus dikaitkan dengan kepindahan ke dua raksasa La Liga, serta Bayern Munchen—klub yang pernah kalah bersaing dengan Liverpool dalam upaya mendapatkan tanda tangannya pada tahun 2025.

Akan tetapi, menurut Matthaus, Chelsea—tempat Wirtz bisa kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya di Bayer Leverkusen, Xabi Alonso—bisa menjadi klub yang membangkitkan kembali karier sang pemain.

Untuk kembali ke Jerman dan bergabung dengan Bayern, Matthaus kurang yakin bisa terjadi. “Jika melihat opsi lini serang Bayern Munchen, Kane, Olise, dan Díaz adalah pemain inti yang mapan, sementara Musiala dan Gnabry juga merupakan pemain berkualitas tinggi,” ujar Matthaus.

Bayern kata dia ingin memperpanjang kontrak Kane dan Olise, sedangkan pemain lainnya sudah terikat kontrak jangka panjang. Saibari juga baru saja bergabung dengan skuad.

“Saat ini, sejujurnya saya tidak tahu di posisi mana Wirtz akan masuk, dan saya tidak melihat adanya kemungkinan realistis dalam jangka pendek untuk membawanya ke Bayern Munchen,” tegasnya.

Jika Wirtz terus menghadapi kritik di Liverpool dan gagal menampilkan kegembiraan serta kebebasan bermain yang menjadi ciri khasnya, maka pada suatu titik semua pihak harus duduk bersama dan mungkin mencari solusi.

“Ada klub-klub di Spanyol yang mungkin berminat, begitu pula klub lain di Inggris: Chelsea, tempat mantan pelatih Wirtz, Xabi Alonso, kini memimpin tim,” katanya.

Jamie Carragher menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap Wirtz belakangan ini. Usai kekalahan 0-3 dari Man City, ikon Liverpool tersebut menegaskan bahwa Ryan Gravenberch harus menggantikan posisi Wirtz di dalam tim.

Hal ini berarti Gravenberch akan kembali berduet dengan Alexis Mac Allister di lini tengah bagian dalam, sementara Szoboszlai didorong lebih ke depan untuk mengisi peran nomor 10 yang ditinggalkan Wirtz.

"Ryan Gravenberch harus bermain di tim Liverpool. Dia memang tidak mengawali musim dengan sangat baik di bawah manajer baru, tetapi dia punya kemampuan berlari dan bermain yang bagus, dia mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League, dia adalah pemenang Premier League, dan dia pernah menjadi salah satu pemain yang tampil gemilang," ujar Carragher di Sky Sports.

Ia menegaskan, perekrutan Florian Wirtz tidak berjalan sesuai harapan. "Sayang sekali harus saya katakan bahwa perekrutan Florian Wirtz ini tidak berjalan sesuai harapan—sejauh ini belum berhasil—dan Gravenberch seharusnya tidak duduk di bangku cadangan saat Wirtz bermain untuk Liverpool,” ujarnya.

Barcola juga belum mengawali kiprahnya dengan baik di Liverpool. “Namun jika kita mulai mengkritiknya, menurut saya itu terlalu keras karena dia baru berada di sini selama enam minggu dan tidak menjalani pramusim,” jelasnya.

"Anda tentu mengharapkan lebih dari apa yang sudah terlihat sejauh ini, tetapi Anda juga harus bersabar dan memberinya lebih banyak waktu. Terlalu keras jika kita mengkritiknya saat ini—namun tidaklah berlebihan untuk mengkritik Wirtz sekarang, karena dia harus memberikan kontribusi jauh lebih besar,” lanjutnya.

Bagi sang legenda, Wirtz belum pernah menunjukkan kepiawaiannya. "Sulit bagi saya untuk mengingat satu pertandingan saja di mana dia menjadi penentu kemenangan Liverpool atau tampil sebagai sosok kunci. Dia didatangkan untuk menjadi bintang di Premier League. Saya sempat berpikir dia bisa menjadi sosok seperti Kevin De Bruyne, yang kerap kali menjadi pembeda bagi Man City di saat-saat krusial," kritiknya.

Menurutnya, waktu adaptasi Wirtz sudah selesai. “Wirtz sudah menjalani 55-60 pertandingan; itu jumlah yang banyak dan saya rasa situasinya tidak akan berubah. Posisi Wirtz yang hampir pasti selalu dimainkan setiap pekan sebagai pemain nomor 10 itu harus dihentikan,” tegasnya.

“Menurut saya, dia butuh dikeluarkan dari tim; saya sudah mengatakannya sebelumnya, dan saya akan mengatakannya lagi,” tandasnya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >