
UPdates – Penyebab kematian Pangeran Arab Saudi, Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud, akhirnya terungkap setelah hasil pemeriksaan forensik dipublikasikan.
Pangeran Abdullah sebelumnya ditemukan meninggal di sebuah hotel mewah Marriott di kawasan Kensington, London, pada 25 November 2025 silam. Ia diketahui menginap sejak 19 November 2025 untuk kunjungan selama sepekan.
Jenazahnya ditemukan oleh petugas kebersihan yang masuk ke kamar. Tim medis sempat dipanggil ke lokasi, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal di tempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, pangeran berusia 29 tahun itu diketahui meninggal akibat mengonsumsi campuran alkohol dan beberapa jenis obat serta narkoba yang memicu henti jantung.
Dilansir Keidenesia.TV dari Wolipop.detik.com, Sabtu, 25 Juli 2026, dalam persidangan koroner di London Barat, terungkap hasil tes toksikologi menunjukkan kadar alkohol dalam darah sang pangeran mencapai 222 mg per 100 ml darah. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari batas legal mengemudi di Inggris.
Selain alkohol, ditemukan pula kadar mematikan Gamma-hydroxybutyrate (GHB), obat yang kerap dikenal sebagai 'party drug'. Pemeriksaan juga menemukan jejak ganja serta sejumlah obat antikecemasan, termasuk Xanax.
Pengadilan mendengar bahwa Pangeran Abdullah sebelumnya memang memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol dan Xanax.
Pada Agustus tahun lalu, ia sempat menjalani perawatan di Priory Clinic, London, untuk menjalani program detoksifikasi dari alkohol, benzodiazepine, dan pregabalin.
Psikiater konsultan Dr. Victoria Chamorro menjelaskan bahwa saat pertama kali dirawat, Abdullah mengalami gejala suasana hati yang buruk dan kecemasan.
Namun setelah menyelesaikan program rehabilitasi, kondisinya dinilai membaik dan tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki keinginan mengakhiri hidup.
Meski sempat dijadwalkan mengikuti sesi konsultasi lanjutan secara daring, Abdullah tidak lagi menghadirinya. Namun, menurut dokter, tidak ada kekhawatiran khusus terhadap kondisinya saat itu karena ia menyelesaikan seluruh rangkaian perawatan dengan baik.
Koroner Jean Harkin juga menegaskan tidak ditemukan bukti bahwa kematian sang pangeran merupakan tindakan bunuh diri.
Pangeran Abdullah merupakan anggota Wangsa Al Saud dari cabang Al Jalawi, salah satu garis keturunan keluarga kerajaan Arab Saudi yang memiliki hubungan dekat dengan pendiri kerajaan modern, Raja Abdulaziz. Meski menyandang gelar pangeran, ia tidak dikenal memiliki jabatan publik maupun peran resmi di pemerintahan.