
UPdates—Presiden AS, Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tidak menanggapi serangan Iran selama panggilan telepon mereka.
You may also like :
Benjamin Netanyahu Resmi Jadi Buronan Pengadilan Kriminal International
Trump meminta Israel menunggu beberapa hari untuk memberi ruang bagi negosiasi.
You might be interested :
Trump Ancam AS Campur Tangan Bela Pendemo, Iran Balas Mengancam
Trump mengatakan hal itu kepada penyiar AS Fox News. Dia mengatakan menginstruksikan Netanyahu untuk tidak membalas Iran.
Laporan selanjutnya dari media Axios dan media Israel menunjukkan bahwa keduanya telah menyelesaikan percakapan telepon mengenai masalah tersebut.
Terlepas dari serangan rudal tersebut, Trump mengatakan ia akan terus berupaya mencapai kesepakatan dengan Teheran.
"Ini tidak akan berdampak pada kesepakatan," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Senin, 8 Juni 2026.
"Kesepakatan itu mungkin berhasil berdasarkan keunggulannya sendiri, atau tidak, tetapi ini tidak akan berpengaruh padanya," lanjutnya.
Jika negosiasi akhirnya gagal, Trump mengatakan ia akan mempertimbangkan tindakan militer terhadap Iran atau blokade ekonomi yang lebih intensif.
"Itu berarti mungkin kita akan masuk dan mengurus sisa wilayah yang belum kita urus secara militer," katanya, menambahkan bahwa blokade terbukti lebih merusak daripada serangan militer.
Selain Israel, Trump juga mendesak Iran untuk kembali bernegosiasi setelah serangan rudal mereka dan mengisyaratkan kesepakatan akhir dengan Teheran dapat dicapai dalam beberapa hari.
“Anda telah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup. Kembalilah ke meja perundingan dan buat kesepakatan,” kata Trump kepada Fox News.
Ia mengatakan kesepakatan dapat ditandatangani dalam waktu dekat. “Senin, Selasa, atau Rabu minggu depan,” ujarnya.
Serangan Iran terjadi setelah Israel terus membombardir Lebanon meskipun ada beberapa gencatan senjata yang dimediasi AS.
Ini termasuk serangan terhadap posisi Hizbullah di ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Minggu yang memicu respons rudal Iran.
Teheran menyatakan bahwa gencatan senjata permanen Israel di Lebanon akan menjadi prasyarat untuk setiap kesepakatan dengan AS.