
UPdates—Presiden AS, Donald Trump pada hari Senin waktu Amerika dilaporkan terlibat dalam percakapan telepon yang panas dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
You may also like :
Donald Trump Deklarasi Kemenangan, Presiden Prancis, PM Inggris, dan Israel sudah Beri Selamat
Trump dilaporkan kesal dan menyemprot Netanyahu terkait pemboman terus-menerus Israel terhadap Lebanon di tengah perundingan perdamaian yang sedang berlangsung antara Iran dan AS.
You might be interested :
Netanyahu Perintahkan Serangan Besar-besaran ke Gaza di Tengah Gencatan Senjata
Akibat serangan tanpa henti Israel tersebut, Iran akhirnya memutuskan untuk menghentikan negosiasi dengan AS.
Seorang pejabat AS mengungkap bahwa dalam pembicaraan itu, Trump menumpahkan amarahnya kepada Netanyahu.
"Kau benar-benar gila. Kau akan dipenjara jika bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini," kata pejabat AS kepada Axios, merangkum pernyataan Trump sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Selasa, 2 Juni 2026.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir menyerukan kepada Netanyahu untuk tidak menanggapi tekanan Amerika terkait Lebanon, dan terus melanjutkan operasi militer melawan Hizbullah.
"Saya telah mengatakan bahwa kepala pemerintahan yang kuat mengatakan kepada presiden Amerika: ya jika memungkinkan, dan tidak jika perlu. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan kepada teman kita Trump: tidak," kata Ben Gvir sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Daily Beirut, Selasa, 2 Juni 2026.
Ben Gvir menambahkan, "Sekaranglah saatnya untuk melakukan apa yang diperlukan dan penting, untuk menyerang Hizbullah, untuk mengerahkan para pejuang kita, dan untuk memulihkan keamanan di wilayah utara."