Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri saat diterima Ayatollah Ali Khamenei 2004 silam (Foto: Tangkapan Layar)

Ucapan Duka Megawati Disiarkan di TV Iran, Kehadiran Menlu di Pemakaman Ali Khamenei Masih Tanda Tanya

8 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, yang disiarkan oleh Channel One Televisi Iran.
  • Megawati menggambarkan Ali Khamenei sebagai ulama sekaligus negarawan yang memadukan keteguhan prinsip dengan kecintaan yang mendalam kepada tanah air, mengingatkan pada semangat perjuangan Bung Karno.
  • Megawati juga mengenang pertemuannya dengan Ayatullah Ali Khamenei di Teheran pada 2004, yang membekas sebagai pengalaman yang memperlihatkan sosok ulama yang teduh dan rendah hati.
  • Ketua Umum PDIP itu menyinggung penghargaan Ali Khamenei terhadap Pancasila dan semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung, yang mencerminkan kedekatan sejarah Indonesia dan Iran.
  • Megawati menegaskan kembali pentingnya penyelesaian berbagai persoalan internasional melalui dialog, penghormatan terhadap hukum internasional, dan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, mengatakan bahwa Pemerintah Iran sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia, yang berencana mengirimkan Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani.
  • Kehadiran Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani ke Iran masih tanda tanya karena situasi di Iran saat ini sedang rumit dan sebagian besar upacara untuk delegasi asing telah selesai.
atau

UPdates—Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri menyampaikan ucapan duka mendalam atas syahidnya Ayatollah Ali Khamenei.

You may also like : qaani irgc qudsJenderal Esmaeil Qaani: Iran Akan Memberi Kejutan dalam Perang

Ucapan duka Megawati dalam momen pemakaman Ali Khamenei tersebut mendapat perhatian khusus di Republik Islam Iran.

You might be interested : megawati hut pdipMegawati Kecewa KPK hanya Fokus Penjarakan Hasto, Dirdik “Berdoa" Ada Laporan Mega Korupsi

Rekaman pesan belasungkawa yang dikirimkan melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Jumat, 3 Juli 2026 itu disiarkan oleh Channel One Televisi Iran sebagai bagian dari rangkaian penghormatan menjelang prosesi pelepasan dan pemakaman.

Video ucapan duka Megawati tersebut disampaikan dalam bahasa Indonesia dengan subtitle bahasa Persia.

Penayangannya di televisi nasional Iran menjadi bagian dari penghormatan internasional yang mengiringi kepergian pemimpin Republik Islam Iran tersebut.

Megawati dalam video itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum, para ulama, pemimpin, serta seluruh rakyat Iran.

"Kepada keluarga besar almarhum, kepada pemimpin, dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus semoga Allah yang maha pengasih dan penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya dan mengampuni segala kekhilafannya. Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melalui masa-masa sulit ini,” ucap Megawati sebagaimana dipantau Keidenesia.tv dalam video di Instagram Kedubes Iran, Rabu, 8 Juli 2026.

Bagi Megawati, syahidnya Ali Khamenei bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga menghadirkan duka bagi masyarakat dunia yang menjunjung tinggi keadilan, kedaulatan bangsa, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Megawati memandang Ali Khamenei sebagai ulama sekaligus negarawan yang memadukan keteguhan prinsip dengan kecintaan yang mendalam kepada tanah air.

Watak kepemimpinan tersebut, menurutnya, mengingatkan pada semangat perjuangan Bung Karno. Menurutnya, sejak muda, Ali Khamenei telah mengenal, membaca, dan mengagumi pidato maupun pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia itu.

Kedekatan intelektual tersebut tercermin dalam ikhtiar membangun Iran melalui perpaduan nilai agama, kebangsaan, dan keadilan sosial, disertai komitmen menentang imperialisme dan kolonialisme.

Megawati juga mengenang pertemuannya dengan Ayatullah Ali Khamenei di Teheran pada 2004 saat masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pertemuan itu membekas sebagai pengalaman yang memperlihatkan sosok ulama yang teduh, rendah hati, kukuh memegang prinsip, serta memiliki kepekaan terhadap penderitaan rakyatnya.

"Beliau ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," ujar Megawati.

Ketua Umum PDIP itu turut menyinggung penghargaan Ali Khamenei terhadap Pancasila dan semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung.

Penghargaan yang menurut putri Bung Karno itu melampaui sopan santun diplomatik dan mencerminkan kedekatan sejarah Indonesia dan Iran sebagai dua bangsa yang ditempa oleh perjuangan melawan kolonialisme, intervensi asing, serta ikhtiar menegakkan martabat bangsa.

“Ketika hari ini kita melepas kepergian beliau, saya tidak hanya merasakan kehilangan seorang pemimpin Iran, tetapi juga seorang penjaga api perjuangan Dunia Ketiga,” ujar Megawati.

Megawati kemudian menegaskan kembali pentingnya penyelesaian berbagai persoalan internasional melalui dialog, penghormatan terhadap hukum internasional, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Perdamaian, menurutnya, hanya dapat diwujudkan apabila setiap bangsa menghormati kedaulatan negara lain dan menempatkan kemanusiaan di atas penggunaan kekuatan bersenjata.

"Hari ini saya ingin kembali menegaskan keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan. Bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak," tegasnya.

Menutup pesannya, Megawati mengucapkan selamat jalan pada Ali Khamenei dan memanjatkan doa untuknya.

“Selamat jalan Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat, dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” tutup Megawati.

Kehadiran Menlu dan Ketua MPR Masih Tanda Tanya

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan, Pemerintah Iran sedang menunggu waktu yang tepat demi mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia ke negaranya.

Seperti diketahui, Pemerintah RI berencana mengirimkan Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut Boroujerdi, Iran telah mengundang Indonesia beserta seluruh negara sahabat beberapa pekan yang lalu dan Iran sangat senang, pemerintah RI telah menerima undangan untuk mengirim delegasi ke Iran.

Namun, sayangnya kata dia, situasi di Iran saat ini sedang sedikit rumit karena sebagian besar upacara untuk delegasi asing telah selesai. Sebagian besar delegasi negara asing juga telah kembali ke negara masing-masing.

"Saya berharap kita dapat segera mengonfirmasinya, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan terkait hal itu," kata Dubes Boroujerdi kepada media di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Dijelaskan Boroujerdi, selama upacara pemakaman, semua jalur penerbangan dan ruang udara di Iran ditutup.

Jadi, jika Iran harus membukanya kembali untuk delegasi yang pergi ke Iran, hal itu membutuhkan sedikit waktu.

Makanya, Boroujerdi mengaku belum tahu kapan Iran dapat memberikan konfirmasi untuk kunjungan Menlu Sugiono ke Teheran, Iran.

"Saya belum tahu pasti, karena saya harus menerima konfirmasi dari ibu kota saya," kata Boroujerdi.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >