
UPdates – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China Utara, hingga kini terus bertambah.
You may also like :
Heboh, Mahasiswi di China Mengaku Dipaksa Pihak Kampus ‘Melepas Celana' Saat Cuti Haid
Berdasarkan laporan terbaru Kantor berita pemerintah China, Xinhua yang disadur Keidenesia.TV, Sabtu, 23 Mei 2026 sore, korban tewas saat ini telah mencapai 82 orang, sementara sembilan lainnya masih hilang.
You might be interested :
Tambang Batu Bara Meledak dan Runtuh di China; 8 Orang Tewas, 38 Terjebak
Pemerintah China dilaporkan mengerahkan sebanyak 755 petugas penyelamat dan tenaga medis ke lokasi kejadian. Upaya penyelamatan masih berlangsung.
Sebanyak 123 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, termasuk dua orang dalam kondisi kritis dan dua orang dalam kondisi serius, sementara 33 orang lainnya telah kembali ke rumah.
Sebelumnya pada Jumat, 22 Mei 2026 malam waktu setempat, sebuah tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China Utara dilaporkan meledak dan runtuh.
Akibat insiden yang dipicu ledakan gas tersebut, Presiden China, Xi Jinping disebut menuntut "penanganan yang tepat terhadap dampak kecelakaan tersebut," dan menuntut pertanggungjawaban.
"Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja," ujar Xi Jinping.
Xinhua melaporkan bahwa kadar karbon monoksida di tambang tersebut telah melebihi batas maksimum.