
UPdates—Niat baik pemerintah memberikan makanan bergizi yang layak bagi siswa di seluruh Indonesia lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melewati jalan terjal.
You may also like :
Laporan Program Makan Bergizi Gratis ke KPK, Porsi Rp10.000 Diterima hanya Rp8.000
Belakangan ini, kembali bermunculan masalah yang membuat program MBG menjadi sorotan publik. Salah satu yang terbaru adalah makanan yang diklaim busuk.
You might be interested :
Ada Ancaman Menkeu Purbaya, Heboh Prabowo Hentikan Program MBG, Ini Faktanya
Itu terjadi di SDN 03 Sindang Sari yang beralamat di Jln Bumi Agung, Kec. Kotabumi, Kab. Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Kepala sekolah SDN 03 Sindang Sari, Ida Yuliana muncul di media sosial untuk membongkar perilaku SPPG atau dapur MBG yang menurutnya tidak becus. Aksi marah-marahnya pun viral.
Dalam video yang ramai dibagikan di media sosial yang dipantau Keidenesia.tv, Selasa, 13 Januari 2026, sang guru mengumpulkan murid-muridnya kemudian menanyakan kondisi makanan MBG yang mereka terima.
“Ini ya, ini tempe yang tadi yang busuk, untuk guru-guru. Kamu orang tadi yang kamu rasakan tempe bagaimana?” tanya sang guru ke siswanya.
Siswa-siswanya serempak menjawab, “Pahit.”
“Anggur kamu orang bagaimana?” tanyanya kembali.
"Busuk,” jawab para siswa.
“Jadi ini sayur rasanya gimana?” tanya bu guru Ida kembali.
Sebagian siswa menjawab pahit. Sementara yang lain mengatakan sayur itu berlendir.
Ida pun menegaskan bahwa dirinya tidak mengada-ada. “Jadi, ini saya tidak mengada-ada ya. Saya tembusin langsung ke Pak Pamres (Paspampres), tolong Pak Mardianto yang terhormat sampaikan ke Prabowo dari Lampung Utara, SDN 03 Sindang Sari,” tegas Ida dalam video itu.
Ia lantas menjelaskan kondisi makanan MBG yang diterima sekolahnya. “Tempe busuk, anggur busuk, sayur pahit. Dan tiga minggu kemarin mereka tidak beroperasional. Mereka bilang dana anggaran itu tidak turun dari pusat. Dan mereka bilang lagi sama Ibu Ema bahwa anggaran tidak mereka ambil dari pusat. Tolong kamu konfirmasi. Sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo yang terhormat,” ungkapnya.
Di video itu, sang guru juga langsung menegur pemilik SPPG. “Saya minta tolong kepada yang punya dapur MBG, kalau masih mau bekerja sama dengan baik. Saya sudah cukup sabar sama kamu orang. Dari tiga minggu kamu orang tidak beroperasional. Kompensasi buat SD kami tidak ada. Tanggapan kamu orang pun tidak ada. Kamu pemberhentian satu pihak,” tegasnya.
“Nah hari ini, apa tanggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk. Ngasih anggur, busuk. Ini bukan binatang. Ini anak sekolah. kalau murid kami keracunan apa kamu mau tangggung jawab,” kecamnya.
Kepada pemilik dapur MBG, ia menegaskan apa yang dilakukannya salah dan tidak bertanggung jawab.
“Tolong temui saya yang punya dapur MBG. Ini penghinaan buat kami. Dana anggaran ini dari pemerintah, dari bapak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke Beliau. Jangan dikira nggak bisa sampai sama dia,” ancamnya.
Menurutnya, ia sudah cukup sabar selama ini. “Udah kebiasaan. Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk, ini makanan hewan. Makanya, cari pekerja itu yang betul-betul profesional. Kalau memang nggak bisa bekerja, ganti pekerja. Jangan masukin barang busuk kayak begini. Ini bukan makanan manusia. Saya minta tolong pertanggung jawaban kamu yang punya dapur MBG, temuin saya,” tegasnya.
Menanggapi protes itu, Kepala SPPG, Abib Saputra kepada awak media menyampaikan permohonan maafnya dan berjanji akan melakukan perbaikan.
Ia juga mengklarifikasi bahwa tidak semua tempe yang mereka kirim ke sekolah sudah dalam kondisi busuk. Begitu juga dengan buah anggur.